Kantor Dinkes Kota Banjar Ditutup, 1 Pegawainya Positif Covid-19

35
0
Loading...

BANJAR – Seorang pegawai di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar terkonfirmasi positif Covid-19. Pelayanan di kantor tersebut pun untuk sementara ditutup.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar dr Andi Bastian membenarkan hal itu. Kantor Dinkes selama tiga hari ditutup.

“Ya betul ada satu pegawai kami yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan pegawai lainnya melakukan WFH (work from home),” kata dia kepada wartawan, Jumat (15/1).

Dikatakan dia, untuk tracking baru akan dilakukan Senin. Untuk mengetahui pegawai mana saja yang pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Makanya, jelas dia, pegawai lainnya bekerja di rumah atau WFH. “Ya sudah dilakukan penyemprotan disinfektan guna mensterilkan kantor,” tandasnya.

Tim pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjar Kholilurokhim SKM menambahkan jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Banjar, selain dari klaster hajatan juga dari klaster keluarga.

“Untuk penambahan sebelumnya ada dari klaster keluarga dan emang kebanyakan dari klaster keluarga. Namun ada juga dari klaster nakes (tenaga kesehatan),” jelasnya.

loading...

Baca juga : Kasus Covid-19 di Kota Banjar Tinggi, Begini Kata Ketua HIPMI..

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjar H Agus Nugraha mengatakan kasus positif Covid-19 di Kota Banjar terus bertambah. Total kasus mencapai 472 orang positif Covid-19. “Sebanyak 146 orang konfirmasi aktif, sembuh atau selesai isolasi 314 orang dan meninggal dunia masih 13 orang,” katanya.

Kata dia, kemarin ada penambahan sebanyak 18 orang. Diantaranya inisial IO (38), IS (59), II (46), T (58), FS (22) perempuan dan KH (58), AB (49), JN (53) laki-laki awalnya dari suspek. M (73), MK (37) perempuan dan B (74) laki-laki dari hasil rapid test antigen.

Selanjutnya, DF (13), DD (66), RH (44), FH (12), laki-laki dan satu bocah NA (6) kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. FS (22) perempuan dan OS (48) laki-laki karyawan.

“Semuanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pemantauan dan pengawasan melibatkan ketua RT dan RW agar mereka yang isolasi mandiri terpantau dan hanya berada di dalam rumah tidak boleh keluar rumah,” ujarnya. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.