Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Belajar Menyerap dan Mendistribusikan Informasi

19
WORKSHOP. Asisten Redaktur Pelaksana Harian Pagi Radar Tasikmalaya Sandy Abdul Wahab (kanan) menyampaikan materi dalam Pelatihan Jurnalistik di Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya Kamis (18/10).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya belajar menyerap dan mendistribusikan informasi. Dengan begitu fungsi kehumasan di lembaga tersebut berjalan.

Ujang Nandar, Tawang

Kementerian Agama Kota Tasikmalaya menggelar pelatihan jurnalistik di aula Kantor Kantor Kementerian Agama Kamis (18/19). Pelatihan tersebut dilaksanakan guna memberikan pengetahuan tentang mempublikasikan kegiatan-kegiatan di Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama(Kemenag) Kota Tasikmalaya Dr H Hilmy Riva’i MPd mengatakan Kementerian Agama memiliki sektor yang dinamakan kehumasan, yang saat ini belum dipahami aparat yang berada di lingkungan Kementerian Agama. “Ini guna memberikan pemahaman aparatur kementerian agama seperti KUA, madrasah dan yang lainnya,” katanya kepada Radar di kantornya Kamis (18/10).

Sejauh ini, kebanyakan aparatur di lingkungan Kementerian Agama, bidang kehumasan, kata dia, diketahuinya hanya berada di Kantor Kementerian Agama. Padahal pengetahuan tersebut hal yang keliru. Karena kehumasan itu harus berada di berbagai sektor atau lembaga wajib memiliki personil kehumasan.

“Ini saya ingin membangun itu supaya ketika akan menyerap informasi dan kegiatan yang ada mesti Humas Kementerian Agama yang turun,” jelas Hilmy.

Saat ini Kementerian Agama, kata Hilmy, memiliki kewajiban meng­informasikan kegiatan-kegiatan. “Karena memang ada peng­hargaan dan huku­mannya,” ujar dia.

Nah, melalui kegiat­an pelatihan jurnalistik, Hilmy berharap bisa meningkatkan dalam pendistribusian informasi di seluruh sektor di lingkungan Kementerian Agama Kota Tasikmalaya.

“Tidak seperti saat ini bila tidak saya turun ke lapangan tidak ada berita yang didistribusikan,” jelas Hilmy.

Dalam pelatihan jurnalistik, Kementerian Agama melibatkan semua satuan kerja, madrasah, termasuk pendidikan nonformal seperti pondok pesantren. “Pembinaan yang diberikan mulai cara menulis berita hingga cara mengambil angle foto,” kata dia.

Hilmy berharap dengan adanya pelatihan jurnalistik tersebut aparatur Kementerian Agama memahami tentang kehumasan dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Jangan sampai kita aparat Kementerian Agama ada yang terlibat karena ketidakpahaman Undang-Undang ITE dan yang lebih intinya untuk menghindarkan berita mengenai hoax,” tandasnya.

Sekretaris Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya Arif Ripandi menyambut baik pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan Kemenag. Terlebih, itu juga merupakan gagasan PGM yang tertunda.

“Artinya dengan adanya pelatihan ini, segala bentuk kegiatan akan terinformasikan di Kehumasan Kemenag Jabar dan Kota Tasikmalaya,” ungkapnya.

“Alhamdulillah dan banyak terima kasih, karena selama ini Radar Tasikmalaya terus konsisten mempublikasikan kegiatan-kegiatan kami di madrasah,” ujarnya.

Menjadi pemateri dalam pelatihan jurnalistik Kemenag Kota Tasikmalaya yaitu Sandy Abdul Wahab, asisten Redaktur Pelaksana Harian Pagi Radar Tasikmalaya. (ujg)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.