Kantor PCNU Kota Tasik Disita Warga Nahdliyyin, Ketua : Eta Mah Jalma Ngalindur..

1502
0
radartasikmalaya.com
Pintu masuk Kantor PCNU Kota Tasik disegel, Kamis (22/10) malam. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kota Tasikmalaya diwarnai dengan kantor PCNU yang ditempeli kertas bertuliskan: Kantor Ini Disita Warga Nahdliyyin.

Di lokasi terlihat beberapa banner dan kertas bertuliskan Kantor Ini Disita Warga NU dan lain sebagainya.

Asep Rizal, yang mengklaim Koordinator
Penyelamat NU Kota Tasik mengatakan, aksi tersebut merupakan bukti cinta terhadap ulama.

“Ini bukti kecintaan kami terhadap NU sebagai warisan para ulama” katanya kepada wartawan.

la menjelaskan, ada masalah yang melatarbelakangi aksi tersebut.

“Kami tidak rela, citra dan kehormatan NU kian hari semakin pudar. Kami menanggung malu atas polemik yang selama ini ditimbulkan akibat ulah Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tasik,” tegasnya.

Menurutnya, ada banyak faktor yang membuat Nahdliyyin kecewa. sebagai pimpinan harus memberi contoh yang baik untuk waga NU.

“Bentuk cinta kami NU yang saat ini sedang dikoyak-koyak oleh sikap yang tidak mencerminkan pimpinan organisasi sesuai dengan prinsip-prinsip ke-NU-an” tambahnya.

Upaya tersebut akan tetap mereka lakukan demi penyelamatan nama baik NU.

Pihaknya juga akan berangkat ke PBNU serta PWNU Jawa Barat untuk meminta
arahan dan petunjuk agar Ketua Tanfidziyah segera diberhentikan, berdasarkan alasan-alasan yang konstitusional.

Terpisah, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tasik, KH Ate Musodik yang dikonfirmasi radartasikmalaya.com melalui ponselnya berpendapat.

Kata dia, orang yang melakukan penyegelan itu adalah jalma ngalindur (orang yang sedang mengigau, red).

“Eta mah jalma ngalindur. Hayang jadi ketua NU ngalindur. Kan NU mah 5 tahun sakali (pemilihan ketua). Ari ngomongkeun jalma penyelamat NU. Yang jadi penyelamat NU itu adalah yang melaksanakan AD/ART,” tuturnya.

(Itu orang sedang mengigau ingin jadi ketua NU. Kan di NU itu lima tahun sekali pemilihan ketua. Bicaranya jadi Orang penyelamat NU. Yang jadi penyelamat NU itu adalah yang melaksanakan AD/ART)

Tegas dia, yang melakukan penyegalan itu adalah pembangkang NU, bukan penyelamat NU.

“Pemilihan presiden saja 5 tahun sekali. Pemilihan NU juga 5 tahun sekali. Ini kan baru 2 tahun. Jadi ngalindur (Mengigau), ambisi hayang jadi pamingpin (pingin jadi pemimpin). Bere weh (beri aja) kursi kalau ingin kursi mah. Jalma ngalindur pokoknya,” tegasnya seraya meminta dituliskan.

(rezza rizaldi)

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.