Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

0.9%

60%

2.4%

0.2%

4.5%

20.1%

11.7%

0%

0.1%

0%

Kapasitas SDM Perajin Sentra Unggulan Kota Tasik ‘Didongkrak’

27
0

KOTA TASIK – Vocational Training Business Development Center (BDC) Amanah Sukapura bekerjasama dengan LKP/LPK Gemilang melakukan pelatihan peningkatan keterampilan dan kualitas bordir ciri Khas Tasikmalaya dengan design aplikasi.

Kegiatan digelar Kamis (19/12) siang, di Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK), Tamansari Kota Tasikmalaya.

Ketua Komite BDC Amanah Sukapura, Beng Haryono mengatakan, dalam pelatihan atau komoditas kali ini pihaknya memberikan 7 macam pelatihan Sentra Usaha Produk Unggulan (Supu) selama 4 hari (19-22/12) dari total 12 pelatihan.

“Yaitu Supu mendong, payung geulis, batik, bordir, makanan olahan dan lain sebagainya,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, hingga kini pihaknya terus melakukan pelatihan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat ini.

“Jadi dipelatihan tahap pertama yaitu payung geulis, mendong, makanan olahan dan alas kaki. Terdiri dari 8 kelas. Dan hari ini adalah pelatihan tahap kedua. Yaitu ada 4 jenis pelatihan. Pelatihan mesin kejek, mesin jukik, pelatihan design komputer dan tas koper,” terangnya.

Jadi, beber dia, secara keseluruhan ada 12 pelatihan yang pihaknya lakukan dibagi dalam 2 tahap tersebut.

“Pesertanya warga Kota Tasik yang tersebar sesuai dengan keahlian ekonomi di wilayahnya sesuai dengan Supu-nya. Seperti Mendong dari Purbaratu, batik Cipedes dan lain sebagianya,” bebernya.

Dia menambahkan, efek yang diharapkan dari pelatihan ini adalah para peserta mendapatkan peningkatan keahlian secara kapasitas pribadinya juga skill-nya meningkat.

“Karena kami melihat melakukan pelatihan ini juga karena hasil dari investigasi. Contohnya seperti payung geulis. Karena SDM-nya kurang dalam artian pembuatan kerangka, maka kami melakukan pelatihan payung geulis khusus dalam kerangkanya,” tambahnya.

Sedangkan pelatihan bordel, pihaknya melihat saat ini banyak orderan menggunakan mesin kejek. Walaupun mesin itu adalah mesin bordel yang lama.

“Pertama kali ada bordel mesin itu menggunakan mesin kejek. Walaupun sudah dimakan usia, tapi bordel menggunakan kejek ini masih banyak peminatnya tapi SDM-nya kurang. Makanya kita adakan pelatihan kejek,” jelasnya.

Maka setelah dikonklusikan pihaknya, akhirnya BDC Amanah Sukapura melakukan pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas SDM tersebut.

“Dan sudah melakukan ekspo hasil pelatihan ini di Transmart. Kita pamerkan produksi hasil binaan kita. Jumlah yang ikut pelatihan itu 285 orang. Per pelatihan itu ada yang 20 orang dan ada yang 25 orang. Dan di pelatihan kali ini jumlahnya 85 orang,” tukasnya.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.