Kapolres Kota Banjar Minta Warga Bijaksana Gunakan Mesdsos

51
0
MENJELASKAN. Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny SIK MH saat menunjukkan barang bukti berupa screenshot komentar pelaku saat pers konferensi, Rabu (9/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
MENJELASKAN. Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny SIK MH saat menunjukkan barang bukti berupa screenshot komentar pelaku saat pers konferensi, Rabu (9/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Mulutmu, harimaumu itu dulu. Saat ini, jarimu, harimaumu. Itu pantas disematkan kepada MI (27). Pemuda asal Desa Kertahayu Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis berurusan dengan pihak berwajib.

MI diduga memberikan sebuah komentar unggahan gambar yang bertuliskan penutupan pelayanan sementara RSUD Kota Banjar di grup akun FB Sekilas Banjar, Kamis (3/12). Tulisan komentar membuat kegaduhan di media sosial.

“Akibat komentar MI itu ramai dikomentari para netizen lainnya. Maka dengan cepat Kasat Reskrim bersama anggotanya bergerak mengamankan pelaku setelah diketahui identitasnya lalu dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan,” kata Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny SIK MH kepada wartawan, Rabu (9/12).

Pihak RSUD Kota Banjar, kata kapolres, melalui kuasa hukumnya tidak melaporkan kasus tersebut. Mereka hanya meminta kepada MI untuk meminta maaf. Baik ke pihak RSUD Kota Banjar dan masyarakat Banjar atas perbuatannya itu.

Baca juga : Rumah Khusus Polri di Kota Banjar Diresmikan

Menurut Kapolres, kasus MI harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat, khususnya netizen atau warganet agar dalam menggunakan media sosial harus bijak dan jangan sampai kejadian seperti itu terulang kembali.

“Ini akibat, jarimu harimaumu. Maka dari itu, jarinya harus ditahan jangan asal berkomentar yang mengandung ujaran kebencian atau lainnya yang nantinya bisa berurusan dengan hukum,” tandasnya.

Kata Kapolres, MI tidak diproses lebih lanjut karena pihak RSUD Kota Banjar tidak melanjutkan kasus tersebut. “Pihak rumah sakit sangat bijak tidak melanjutkan kasus ini, apalagi saat ini masih pandemi Covid-19,” ujarnya.

MI mengaku hilap dan spontan membuat komentar tersebut dan tidak tahu akhirnya bakal seperti ini. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut lagi dan sudah menghapus komentar tersebut pada Sabtu (5/12).

“Saya mengaku salah, dan minta maaf ke pihak RSUD Kota Banjar tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,” ujarnya.

MI berjanji akan menghapus akun FB dan tidak akan lagi melakukan hal yang dapat mencemarkan nama baik dan kerugian bagi diri sendiri. “Saya berterimakasih ke pihak RSUD Kota Banjar karena tidak melanjutkan kasus ini lebih lanjut,” ujarnya sambil berkaca-kaca. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.