Kapolsek Ngaku Diperintah Kapolres Garut Menangkan Jokowi, Begini Kata AKBP Budi

2844
0
Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna. foto; yana taryana/ rakyat garut
Loading...

JAKARTA – AKP Sulman Aziz menyatakan, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna memerintahkan seluruh jajaran Kapolsek di bawahnya untuk galang dukungan dan memenangkan Petahana Joko Widodo.

Hal itu diungkapkan mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz kepada wartawan saat jumpa pers di Kantor Lokakataru, Jakarta, Minggu (31/3/2019).

Sulman mengatakan, Kapolres Garut bukan saja memberikan perintah.

Budi Satria juga disebutnya memberikan ancaman bahwa Kapolsek yang gagal memenangkan Jokowi akan dimutasi atau dipindahdinaskan.

“Kalau seandainya di wilayah kami bertugas, paslon nomor 01 kalah, maka kami akan dipindahkan,” ujar Sulman.

Loading...

Sulman menambahkan, saat mendapat perintah tersebut, dirinya lantang menolaknya.

Ia menilai, perintah yang disampaikan Kapolres Garut itu sama sekali tak sesuai dengan janji Bhayangkara.

Namun, lanjutnya, penolakannya itu berbuntut pemecatan dirinya dari jabatan sebagai Kapolsek Pasirwangi.

Sulman juga berujar dirinya pasrah dengan nasibnya usai dimutasi.

Apalagi, dia juga tak yakin jika melapor ke Propam Polda Jabar, laporannya itu akan didengar.

“Saya ini bawahan, siapa yang ingin dengar laporan saya?” katanya.

Sulman menyebut, sebelumnya sudah ada perintah untuk menggembosi suara dan konsentrasi massa yang mendukung paslon 02.

Sulman pun tidak habis pikir dengan perintah tersebut. Pasalnya, pengalaman dia sejak pertama menjadi polisi belum pernah ada perintah aparat berpihak pada satu kontestan Pemilu.

“Saya ini sudah 27 tahun menjadi polisi, saya sudah ditugaskan ke mana mana, baru di 2019 ini, di Pilpres 2019 ini, ada perintah untuk berpihak kepada salah satu calon,” katanya.

Sulman juga mengakui bahwa dirinya memang benar berfoto dengan pendukung Prabowo-Sandi.

“Saya berfoto dengan seorang tokoh agama Kecamatan Pasirwangi yang kebetulan beliau itu sebagai ketua panitia deklarasi Prabowo-Sandi,” lanjut Sulman.

Akibat hal tersebut, ia kini dimutasi menjadi Kanit Seksi Pelanggaran Subdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat.

Dijelaskan Sulman, bahwa dia mengambil foto tersebut hanya sebatas untuk laporan kepada Kapolres Garut bahwa giat pengamanan dilakukan dengan koordinasi bersama panitia.

“Saya berfoto sambil membuat laporan untuk melaporkan kepada Kapolres bahwa saya berkoordinasi dengan panitia,” ungkapnya.

Kapolres: Tuduhan Itu tidak Mendasar

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyangkal tuduhan mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Azis yang menyatakan bahwa dirinya telah memerintahkan jajaran polsek untuk memenangkan Capres 01 Jokowi-Ma’ruf di Pemilu 2019.

“Saya pastikan tuduhan bapak itu (AKP Sulman Aziz, red) tidak ada dasarnya sama sekali. Saya tidak tahu motifnya apa bapak itu bicara seperti itu, ” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di rumah dinasnya, Minggu malam (31/3).

Menurut dia, dirinya tidak pernah menyuruh anak buahnya untuk melakukan hal tersebut, baik itu diperintahkan secara pribadi langsung maupun melalui institusinya.

Dirinya hanya, memerintahkan untuk menjaga kerawanan-kerawanan yang bisa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah polsek masing-masing.

“Dalam anev (analisas dan evaluasi) selalu saya tekankan seperti itu (jaga kerawanan). Saya tidak pernah menyuruh mendukung salah satu paslon manapun, ” ujarnya.

Menurutbdia, dirinya menyampaikan seluruh kerawanan, karena Garut ini punya banyak kerawanan termasuk kerawanan kejahatan yang cukup tinggi.

Maka dari itu, pihaknya terus melakukan upaya menekan tindak kejahatan dan kerawanan gangguan keamanan saat pelaksanaan Pemilu pada 17 April mendatang.

Mengenai alasan mantan Kapolsek Pasirwangi yang menyatakan bahwa mutasinya akibat tidak melaksanakan printahnya mendukung pasangan 01? Budi menegaskan bahwa hal itu tidak benar juga. Karen terkait rotasi mutasi kapolsek itu kewenangannya ada di Polda bukan Polres.

“Rotasi kapolsek itu kewenangannya Polda. Terkait rotasi Kapolsek Pasirwangi ini sudah sesuai dengan SOP, tidak ada kaitannya dengan politik. Itu jug pindah ke polda ada jabatannya,” terangnya.

Budi menjamin, tidak menyalahi aturan terkait rotasi dan mutasi kapolsek. Selain itu, tidak ada unsur politik atau dukung mendukung dalam masalah ini, karena Polri jelas netral dan tidak condong kemana-mana.

“Polri tegaskan netral dan tidak condok terhadap salah satu paslon manapun, ” terngnya.

Terkait stetmen mantan anakbuahnya itu, Budi menerangkan, bahwa saat ini Polda Jawa Barat sudah menangani terkait stetmen mantan Kapolsek Pasirwangi ini.

“Sekarang sudah ditangani pihak Polda,” terangnya. (jpg/ruh/pojoksatu/yana-rakyatgarut)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.