Beranda Bola Kapten Timnas U-16 Asal Medan Ini Bikin Orangtuanya Terharu

Kapten Timnas U-16 Asal Medan Ini Bikin Orangtuanya Terharu

474
BERBAGI

SIDOARJO – Timnas Indonesia U-16 tampil sebagai jawara Piala AFF U-16 2018. Itu setelah, Garuda Muda berhasil mengalahkan Thailand lewat drama adu penalti 4-2 (1-1), Sabtu (11/8/2018) malam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Pun demikian, kemenangan itu membawa suka cita berlipat ganda bagi warga Sumatera Utara.

Siapa presiden pilihan mu nanti di 2019 ?
  • Prabowo - Sandiaga Uno 58%, 50 votes
    50 votes 58%
    50 votes - 58% of all votes
  • Jokowi Dodo - KH Ma'ruf Amin 42%, 36 votes
    36 votes 42%
    36 votes - 42% of all votes
Total Votes: 86
10 Agustus 2018

Terutama saat momen penyerahan piala dari Ketua PSSI, Edy Rahmayadi yang notabene Gubernur Terpilih Sumatera Utara memberikan trofi ke kapten timnas, David Maulana, yang juga warga Sumut.

Tak hanya sebagai pemimpin rekan-rekannya di lapangan, David sukses mencetak gol dalam drama adu penalti tersebut.

Torehan ini membuat kedua orang tua David Maulana, Nadiran Prasetyo (52) dan Tukini (48) mengaku bangga luar biasa atas keberhasilan putranya tersebut.

“Bangga enggak ketulungan lah. Saya bangga lebih dari semua harta yang saya miliki. Ini berkat doa semua suporter dan juga warga Sumut terutama warga Sei Rotan yang banyak menggelar nonton bareng pas final,” kata Nadiran di Medan, Sabtu (11/8/2018) malam.

Warga Jalan Pendidikan 1, Pasar 13 Dusun 12, Sei Rotan, Tembung, Deliserdang ini mengakui masyarakat sekitar sempat dihebohkan tatkala mulai laga pertama Indonesia melawan Filipina.

Kala itu nama David terus disebut di televisi saat Indonesia bertanding.

“Gempar lah, kan disebutkan juga di tv warga Sei Rotannya. Makanya kantor desa hingga camat juga adakan nobar,” terangnya.

Bahkan pada laga final tadi pun, komentator berkali-kali menyebut David dari Sei Rotan.

Nadiran mengatakan komunikasi keluarga dengan David Maulana terus dilakukan setiap hari. Dalam setiap kesempatan itu, David Maulana selalu meminta doa dan restu terutama kepada orang tua agar bisa bermain bagus.

“Tiap pagi selalu teleponan, juga video call sama kakaknya. Ya dia minta dukungan semoga Indonesia bisa menang,” katanya.

Nadiran menambahkan masih memendam harapan, ingin menyaksikan putranya langsung bertanding dari stadion. “Iya pastinya pengen, tapi gak ada uang. Semoga nanti pas main di Piala Asia ada dipanggil, kan lumayan. Insyah Allah, siap nonton langsung,” harapnya.

Tukini pun merasa hal yang sama, bangga atas prestasi putranya tersebut. Dia tak menyangka putranya tersebut bisa tampil hingga membawa Indonesia juara.

“Harapan memang ada, tapi memang enggak pernah terbayang juga. Saya selalu pesan ke Bembeng (panggilan David) agar semangat latihan, dengar pelatih dan selalu ingat ibadah. Intinya ini berkat doa semua orang, saya senang banget,” ungkapnya.

Pemain yang dibina di SSB PTP Wilayah 1 Sumut sudah mulai terkenal sejak menjadi pemain terbaik di Turnamen Jenesys di Jepang, pekan lalu, Maret 2018. Namanya kemudian dikaitkan dengan klub Arema yang disebut tertarik meminangnya.

Mantan pemain PSSA Asahan U-15 ini juga selalu dipercaya sebagai kapten Timnas-U 16 dan sudah memperkuat Timnas sejak U-15.

Warga Sumut pun sangat bangga atas pencapain timnas malam ini. “Bangga luar biasa, sampe merinding juga pas Bembeng cetak gol penalti. Anak Sumut sekarang minim main di timnas. Tapi ini dia buktikan apalagi jadi kapten.

“Beberapa kali jumpa Bembeng di Medan sosoknya rendah hati. Tak hanya bicara, juga tak ingin kelihatan menonjol. Dia cuma mau menang dan main bagus di lapangan,” ungkap Cristopel Naibaho, yang juga seorang jurnalis ini.

Senada dikatakan Joko, warga Sei Mencirim. “Kita banggalah saat ini Sumut punya dua kapten timnas, Egy (timnas U-19) dan David.

Harapan saya Indonesia bisa berprestasi lanjut ke Piala Asia U-17 dan Piala Dunia. Juga bagis Sumut semoga terus bisa menyumbangkan pemain hebat untuk timnas,” ungkapnya.

(nin/jpnn)

loading...