Karang Tirta Perlu Sentuhan Pemerintah

132
0
BERMAIN. Sejumlah anak-anak bermain perahu di Kawasan Karang Tirta Minggu (23/6). (Deni Nurdiansah/radartasikmalaya.com)

PANGANDARAN – Objek Wisata Karang Tirta menjadi salah satu lokasi yang sering untuk syuting berbagai sinetron kolosal. Namun pasca tsunami 2006, tempat tersebut jarang sekali dikunjungi wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin mengatakan Pemkab Pangandaran tidak mengelola Karang Tirta, karena selama ini penggerak wisata dan masyarakat yang mengelola tempat tersebut tidak ada. ”Jadi kondisinya tidak seperti objek wisata yang lain,” tuturnya kepada Radar, Minggu (23/6).

Akan tetapi, kata dia, Karang Tirta masuk ke dalam list atau daftar tempat wisata di Dinas Pariwisata yang dikelola oleh masyarakat atau komunitas. Sama halnya denga Ciwayang, Citumang dan lain-lain. ”Bahkan sebelum Ciwayang, Santirah dan Batulumpang pun, Karang Tirta sudah eksis terlebih dahulu,” jelasnya.

Karang Tirta sendiri menawarkan keindahan pantai yang memukau, ditambah laguna atau danau air asin yang terhampar begitu indah.

”Disana ada tambak kepiting, udang dan bandeng. Itu juga berpotensi menjadi daya tarik wisatawan,” jelasnya.

Selain itu, di sana banyak masyarakat yang melakukan akivitas mencari ikan dengan menggunakan jaring berbentuk persegi yang biasanya disebut sirib. ”Di sana pun ada bungalo untuk berisitirahat,” tuturnya.

Ke depan, Pemkab Pangandaran mungkin saja akan mengelola Karang Tirta dan mengundang investor kesana. ”Mudah-mudahan saja ke depan bisa kita kelola, “ singkatnya.

Salah seorang warga, Mamat Rahmat (34) mengatakan dulu kawasan Karang Tirta menjadi tujuan wisata kuliner. ”Pasca tsunami membuat semuanya berubah hingga sekarang,” tandasnya (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.