Karantina Mikro di Buninagara Kota Tasik Dihentikan, Warga Minta Ganti Rugi

6707
3
BERBINCANG. Warga Keluarahan Nagarasari Kecamatan yang sebelumnya menjalani karantina berbincang di luar rumah, Minggu (7/6). Karantina mikro di wilayah tersebut sudah dicabut setelah hasil swab test masal dinyatakan negatif. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Warga yang menjalani swab test masal di Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dinyatakan negatif Covid-19.

Karantina mikro di kawasan itu pun dihentikan, Minggu (7/6).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan semua hasil swab test tersebut dinyatakan negatif.

Baca juga : Ini Pentingnya Program Informatika, Bisnis & Manajemen di MA Al-Hikmah Kota Tasik

Jumlahnya ada 95 orang karena lima orang lainnya sudah pindah. “Satu keluarga pindah ke Kota Bandung,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Selain itu, pasien yang sebelumnya dinyatakan positif pun sudah dipulangkan ke rumahnya. Karena hasil swab test pegawai salah satu Toserba di Ciamis itu juga negatif.

“Hasil swab test keduanya sudah negatif, tapi meskipun sudah dipulangkan kita minta tetap isolasi mandiri,” katanya.

Penderita Covid-19, ditegaskan dr Uus, bukan sebuah aib yang mencemarkan nama baik pasien.

Warga secara umum diminta untuk melakukan diskriminasi kepada penderita atau keluarganya. “Jangan sampai ada stigma ini adalah aib, justru penderita atau mereka yang menjalani karantina butuh support dari orang-orang di sekitarnya,” kata dia.

Ketua Tim Gugus Tugas Kecamatan Cipedes Sofyan ZM mengaku bersyukur dengan hasil negatif untuk warganya yang melaksanakan swab test masal. Hal ini memberikan ketenangan bagi warganya.

“Alhamdulillah, ini adalah kabar gembira bagi kita semua,” ujarnya.

Pihaknya pun sudah melakukan rapat koordinasi dengan Gugus Tugas tingkat kota dan provinsi.

Karantina di salah satu wilayah RT itu pun langsung dihentikan dan warga bisa beraktivitas di luar rumah lagi. “Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) berakhir pada Minggu 7 Juni 2020,” katanya.

Sebagaimana diketahui, sejak hari Selasa 2 Juni 2020 salah satu RT di Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes melaksanakan karantina mikro.

Ada 9 penghuni rumah yang harus tetap berada di dalam rumah karena disinyalir telah melakukan kontak dengan pasien positif.

Salah satu warga yang menjalani karantina, Ai K (47), mengaku lega setelah dinyatakan negatif berdasarkan swab test.

Karena dia cukup jenuh selama berhari-hari tinggal di rumah. “Meskipun saya ibu rumah tangga, tapi kan kalau pagi biasanya joging atau senam jadi badan kurang nyaman,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kejenuhan, dia dan tetangganya menciptakan suasana karantina yang tidak kaku.

Mereka kerap mengobrol sambil saling teriak karena masing-masing berada di dalam rumah. “Seperti di hutan saja kami ngobrol sambil teriak,” selorohnya.

Selama menjalani karantina, kata dia,urusan pangan memang tidak ada masalah karena dipasok nasi bungkus. Namun suaminya tidak bisa bekerja karena harus tetap berada di rumah.

“Kalau di rumah terus ya listrik jadi boros, sedangkan penghasilan tidak ada,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Toto (46), yang mengaku badannya terasa kaku karena sekitar 5 hari hanya berada di dalam rumah.

Selain itu penghasilannya pun hilang sebab tidak bisa bekerja. “Mau dapat uang dari mana, saya kan tidak punya gaji tetap,” ungkap pria yang bekerja sebagai buruh harian di sorgum itu.

Toto menambahkan bahwa lingkungan tempat tinggalnya tercemar. Hal itu berdampak kepada dia dan warga lainnya cenderung mendapat diskriminasi khususnya yang menjalani karantina.

“Jadi ya citra lingkungan tempat tinggal kami harus dibersihkan karena jadi tercemar,” tuturnya.

Baca juga : 3 Bulan Tutup, Obyek Wisata di Tasik Utara Mulai Dibuka

Dia berharap ada ganti rugi dari pemerintah atas penghasilan yang tertahan selama menjalani karantina.

Karena kebutuhan rumah tangga bukan hanya sekadar sembako saja. “Paling jadi pikiran saya ya bayar listrik,” katanya.

(rangga jatnika)

Berita terkait : 1 Karyawan Positif Covid-19, Toserba di Ciamis Langsung Tutup
Berita terkait : Tim Covid-19 Sterilkan Toserba Yogya Ciamis Selama 5 Hari
Berita terkait : Test Swab Massal & Isolasi 30 Warga di Buninagara Kota Tasik
Berita terkait : Karyawan Toserba, di Ciamis Positif tapi di Tasik Negatif, Ini Kata Tim Covid-19 Ciamis..
Loading...
loading...

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.