H Suryana Menatap Pilkada Tasik 2020

Karena Diniyah Memberi Amanah

4794
0
H SURYANA

TASIK – Nama Drs H Suryana MSi makin ter­dengar menjelang per­helatan Pilkada Ta­sik­malaya pada September 2020. Ketua Forum Ko­munikasi Diniyah Tak­miliyah (FKDT) tersebut me­ngaku telah siap mewakafkan diri secara luas di Kota Seribu Pesantren.

Hal tersebut diungkapkan Pak Sur sapaan akrab H Suryana ketika bersilaturahmi ke Graha Pena Radar Tasikmalaya Rabu (4/12).

Alumni UIN SGD Bandung itu memutuskan maju di Pilkada Tasikmalaya sebagai bentuk ikht­­iar memajukan perjuangan aga­ma, guru diniyah, ulama serta ma­syarakat umum. ”Amanah dan harapan yang diberikan ke­luarga besar FKDT Tasikmalaya, men­dorong saya untuk menjaga amanat tersebut.

Dan berupaya menyalurkan aspirasi tersebut untuk kepentingan umat secara luas,” ujarnya.

Suami dari Hj Keuis Susilawati SPd itu mengaku sebetulnya jika secara pribadi mempunyai keinginan maju di Pilkada, dirinya merasa cukup berat. Akan tetapi amanah dari FKDT dan para ulama membuatnya harus mencoba mengikhtiarkannya. “Karena saya tahu kapasitas saya, maka dorongan ini amanah untuk perjuangan agama dan umat. Dorongan adalah kepercayaan, insya allah tidak akan di sia- siakan harapan guru diniyah, masyarakat dan ajengan,” tutur dia.


Dorongan tersebut, kata Pak Sur, didapatkan dirinya ketika menghadiri berbagai pengajian dan pertemuan dengan guru-guru diniyah dan kiai di tingkat bawah.

“Meski hingga kini saya belum berani secara langsung (ke masyarakat, Red) menyampaikan niat maju di Pilkada. Tapi saya akan jalankan dorongan serta amanah dari guru diniyah,” paparnya.

Apalagi, tambah Pak Sur, basis suara FKDT atau lembaga diniyah sudah sangat nyata di masyarakat. Baik secara kinerja maupun perannya. “Di seluruh kampung terdapat diniyah, dan itu menjadi alasan saya siap mewakafkan diri,” tuturnya.

Seperti diketahui jumlah lembaga diniyah di Kabupaten Tasikmalaya berjumlah 3.572 madrasah diniyah yang tersebar di 351 desa. Kemudian, jumlah guru diniyah saat ini kurang lebih sekitar 18 ribu guru diniyah yang mengabdikan diri di madrasah. “Maka atas dasar ini, saya ingin menjadikan madrasah diniyah lebih diperhatikan pemerintah. Sama dengan pendidikan formal,” paparnya.

Sebab, kata Pak Sur, pendidikan diniyah telah memiliki peran nyata dalam mencerdaskan bangsa, berkontribusi bagi pondok pesantren serta perilaku masyarakat. ”Tetapi kontribusi yang besar ini, kemudian tidak sebanding dengan perhatian pemerintah,” ungkap Pak Sur, yang lahir di Kampung Anjung Desa Tanjungsari Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya.

Suryana yang dua tahun lagi akan memasuki masa pensiun PNS di Kemenag Kabupaten Tasikmalaya menegaskan optimis bisa memberikan perubahan, apabila dipercaya memimpin Kota Seribu Pesantren ini. “Saya ingin ada perhatian bagi pendidikan diniyah, sehingga memacu saya bersedia berkiprah di Pilkada. Saya tidak punya partai dan tidak punya uang, tetapi saya yakin takdir Allah SWT,” tandasnya.

Untuk itu, di Pilkada 2020 dirinya mengusung tagline Tasik Nyaring Menuju Barokah. Karena potensi keagamaan yang besar di Kabupaten Tasikmalaya. Serta ingin memprioritaskan pertumbuhan masyarakat yang dibangun atas kesadaran emosional dan ingin menegaskan bahwa kehadiran madrasah diniyah di Kabupaten Tasikmalaya telah menjadi percontohan daerah lain.

Kiprah Suryana sendiri dimulai dari organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dari sejak sekolah SLTA sampai masuk perguruan tinggi. Ia pun aktif mengurus organisasi seperti Pemuda Panca Marga (PPM), KNPI, PMII, NU. Kemudian, masuk di Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya sejak 2002 sampai sekarang. Termasuk menjadi Ketua FKDT Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Rumah Tangga FKDT Kabupaten Tasikmalaya Agus Mulyana mengungkapkan didorongnya H Suryana untuk maju di Pilkada Tasikmalaya, karena berangkat dari kekecewaan diniyah terhadap penguasa atau pemerintah daerah. ”Perhatian terhadap guru-guru diniyah dan madrasah sangat kurang. Maka kita ingin memberikan solusi bagi masyarakat dengan mengusung langsung ketua FKDT,” tuturnya.

Maka, kata Agus, keluarga besar FKDT akan berusaha dengan kekuatan (basis massa, Red) yang dimiliki siap mengantarkan H Suryana mewujudkan amanah guru diniyah serta ulama untuk menyejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dalam pendidikan agama. “Kami yakin dengan modal semangat dan keikhlasan berjuangan, beliau akan diterima oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (dik/kim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.