Karena Pembaca Adalah Raja

103
0
Loading...

Radar sudah berusia 15 tahun. Kesuksesan harian pertama di Priangan Timur ini sebagiannya tak lepas dari pembaca setia. Bagi kami, pembaca adalah raja.

“Kita ketahui masyarakat saat ini benar-benar membutuhkan berita akurat. Sebab situasi saat ini serba membingungkan dengan lalu lalang informasi di dunia maya, maka verifikasinya bisa dilihat di koran Radar, Radar Televisi atau Radar Online,” ujar Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman saat bertemu Radar di Jalan HZ Mustofa Jumat (1/3).

Dia kala itu bersepeda dan bertemu kru Radar Tasikmalaya Group yang –sedang melaksanakan tradisi setiap ulang tahun— berjualan koran. Budi bersama rombongan kemudian turun. Dia membeli koran. Lalu berbaur dengan awak Radar Group dan memotong tumpeng.

Bagi Budi, berita yang dihadirkan Radar lebih aktual dan bisa dipertanggungjawabkan. “Jelas medianya. Jelas kantornya. Jelas pemrednya. Jelas wartawannya,” tuturnya yang masih menggunakan kaus olahraga ini.

Loading...

Dia mendorong supaya 15 tahun ke depan, profesionalisme Radar tetap terjaga. Radar semakin meningkatkan integritas dalam menggambarkan seluruh kegiatan di masyarakat.

“Saya harap Radar ikut membangun karakter masyarakat kita. Supaya masyarakat semakin dewasa,” terang dia.

Tak hanya Budi, pembaca setia Radar lainnya juga berharap media bermoto Referensi untuk Semua ini bisa terus eksis.

”Jujur saja, saya masih percaya koran. Karena jelas klarifikasi dan pernyataannya,” ujar salah seorang pengendara Nani Hardiani (52) warga Paseh, Cihideung saat membeli koran.

Pembeli koran lainnya, Risdiana (40), warga Gunung Ceuri, Cihideung mengaku setiap membeli koran Radar. Dia paling suka berita olahraga.

“Saya suka berita bola, liga internasional, nasional, timnas, termasuk berita-berita tentang Persib Bandung,” ungkapnya.

Risdiana mengaku ingin Radar bisa mengangkat berita olahraga lokal di Tasikmalaya. “Lebih diangkat olahraga daerahnya, karena banyak atlet Tasikmalaya yang berprestasi,” ujarnya berharap.

Husen (60), warga Jalan Galunggung, Tawang Kota Tasikmalaya juga kemarin membeli koran Radar. Dia mengaku membeli koran Radar karena lebih enak dibaca. “Dari pada yang lain, Radar saya lihat paling cerah,” ungkapnya.

Pembeli lainnya, Adang Rusmana (54), warga Leuwidahu, Indihiang, Kota Tasikmalaya senang membaca Radar sebab selalu menyajikan berita lokal.

“Paling senang berita headline di halaman pertama, karena sering memberi kejutan” tutur Adang yang juga politisi PAN Kota Tasikmalaya tersebut.

Pembeli asal Singaparna, Susilawati (51) mengecek informasi yang dibutuhkannya di Radar. “Kalau butuh info pasti cek di Radar,” ujarnya.

Loper Radar Tasikmalaya Amin Supriatna mengaku setiap hari berjualan koran Radar. “Alhamdulillah, masyarakat masih percaya dan membeli koran Radar,” tuturnya usai mendapatkan pemakaian rompi Radar Tasikmalaya kemarin.

Pemasangan rompi dilakukan di empat titik tempat penjualan koran, yang diberikan langsung oleh manajer pemasaran Radar Tasikmalaya Dani Wardani.

Penjual koran Radar di Jalan Cihideung Nana Sumarna (60) mengaku sudah berjualan koran sejak Radar terbit tahun 2004.

”Saya sudah jualan pas koran Radar terbit perdana, alhamdulillah banyak yang suka juga, karena banyak berita daerah,” ungkap dia.

Menurutnya, berjualan koran yang paling laku saat ada berita tentang timnas Indonesia hendak bertanding. ”Biasanya setiap ada pertandingan (sepak bola, Red) besoknya, koran Radar paling laku,” paparnya.

BERBAGI

Di hari jadinya kemarin, Radar Tasikmalaya pun memberikan bantuan sembako ke Panti Jompo Welas Asih di Kampung Pengkolan RT/RW 05/01 Desa Cikadongdong Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan ini menjadi rutinitas setiap tahun yang dilakukan Radar Tasikmalaya Group sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

”Kami salurkan sembako, mudah-mudahan bisa membantu warga di sini, ” ujar Manager Iklan Radar Tasikmalaya Hj Devi Fitriani.

Pengelola Panti Jompo Welas Asih, Rahadian mendoakan semoga Radar terus sukses dan setiap langkahnya mendapatkan berkah dari Alloh SWT.

“Bantuan ini sangat membuat, kami akan mendoakan Radar, supaya perjalanannya diberikan kesuksesan dan kesehatan bagi karyawannya,” papar dia.

Usai berjualan koran, seluruh karyawan Radar Tasikmalaya Group berkumpul di Graha Pena Studio Radar Tasikmalaya TV. Untuk melaksanakan salat duha. Kemudian semua kru mengaji dan melakukan kajian Alquran.

Ustaz Asep Mustofa, yang setiap hari Jumat rutin memimpin kajian Alquran di Radar, menyebutkan jika manusia, usia 15 tahun telah memasuki akil balig. Itu diharapkannya menjadi penyemangat supaya seluruh kru Radar Tasikmalaya Group lebih dewasa dalam berpikir maupun bersikap. Khususnya sering bersyukur, karena setiap kesuksesan usaha bukan semata-mata upaya dan kerja keras, namun segala sesuatu itu atas karunia Allah SWT.

Direktur Radar Tasikmalaya Dadan Alisundana mengingatkan setiap karyawan harus terus berkembang, khususnya dalam menjalankan tupoksi masing-masing. Hal itu bukan semata-mata kemajuan perusahaan, namun demi kebaikan pribadi masing-masing.

“Teruslah meningkatkan kreativitas, akurasi dalam menjalankan profesi melalui pemberitaan berdasarkan data dan fakta,” katanya.

Ketua PWI Tasikmalaya H Syamsul Maarif turut hadir saat itu. Dia berpesan supaya jurnalis tetap berpegang pada kode etik jurnalistik.

“Apa yang batil harus dikatakan batil dan yang hak disebutkan sebagai yang hak. Supaya selamat dunia dan akhirat dan semoga Radar tambah sukses,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang diwakilkan kepada karyawan termuda Radar Tasikmalaya Group. (dik/igi/rga/obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.