Kartu Tani di Ciamis Terkendala, Ini Kata Akademisi..

115
0
Ma’mun Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis

CIAMIS – Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis mengakui Kartu Tani masih memiliki kendala. Saat petani akan membeli pupuk, sinyal di kios pupuk tidak semuanya bagus. Di luar itu, tidak semua para petani Ciamis memiliki kartu tersebut.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Ma’mun menjelaskan saat ini jumlah petani yang terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 125.584, sementara yang mendapatkan kartu tani 119.814.

Baca juga : Pabrik Pengolahan Kayu di Pamarican Ciamis Terbakar, Kerugia Rp 500 juta

Adapun jumlah kelompok tani (koptan) 2.806 sedangkan kios resmi 94 kios.

“Saat ini ada penambahan kartu tani karena proses input masih dilakukan,” ujar Ma’mun kepada Radar Jumat pagi (9/10).

Mengenai petani yang belum memiliki kartu tani dan ingin membeli pupuk, jelas Ma’mun, meskipun petani tersebut belum memiliki kartu tani tetap dilayani, selama yang bersangkutan telah terdaftar di RDKK.

Loading...

“Pada dasarnya target kami semua petani bisa mendapatkan kartu tani,” paparnya.

Dia mengaku memang kartu tani saat ini masih terkendala sinyal internet. “Mungkin timbul sinyal di sebagian kios. Di mana mesin RDC kurang bagus,” akunya.

Terkait sinyal internet yang kurang bagus di sebagian kios pupuk subsidi, dia menyarankan petani agar membeli pupuk di kios yang memiliki sinyal bagus. Dengan catatan itu bila mendesak.

Untuk jalan keluar dari masalah sinyal tersebut, kata Ma’mun, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak bank yang bekerja sama dengan kartu tani dan Dinas Kominfo Kabupaten Ciamis.

“Upaya kami terus sosialisasi terus dilakukan sambil pendistribusian kartu yang baru tercetak baik melalui surat edaran Pak Bupati ke camat dan desa se-Kabupaten Ciamis,” paparnya.

Dihubungi terpisah, dosen Pertanian Universitas Galuh (Unigal) Ciamis Dr Drh Agus Yuniawan Isyanto MP menilai seharusnya saat program kartu tani diluncurkan, infrastrukturnya sudah harus siap. Jadi tidak ada kendala saat akan ada pembelian pupuk bersubsidi.

“Pada saat program itu diluncurkan harus siap infrastrukturnya serta pendistribusiannya,” sarannya.

Karena infrastruktur akan mempercepat waktu saat petani membutuhkan pupuk. Jadi saat petani butuh pupuk, pupuknya ada. “Artinya harus diatur segalanya,” papar Agus yang juga wakil Rektor 1 Unigal Ciamis ini.

Mengenai persoalan kartu tani yang belum menyeluruh diterima petani, dia menyarankan ada pendataan menyeluruh.

Jadi kebutuhan untuk program kartu tani itu berapa jumlahnya. Nanti setelah ada data dari lapangan, baru naik ke bagian produksi kartu tersebut. “Program kartu tani harus dievaluasi. Kemudian diperbaiki kekurangannya,” paparnya.

Dia melihat Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis hanya memfasilitasi, karena kartu tani merupakan program pusat. Namun begitu, Dinas Pertanian harus agresif mengidentifikasi permasalahan soal kartu tani itu untuk dilaporkan ke pemerintah pusat. “Jadi Dinas Pertanian harus proaktif,” tuntasnya.

Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti Wahyu, sebelumnya, mengaku mendapatkan keluhan dari para petani soal pembelian pupuk bersubsidi yang membingungkan. Karena mereka harus membawa kartu tani untuk membeli pupuk subsidi tersebut.

Di Desa Cijulang, kata Wahyu, jumlah petani ratusan. Tidak semuanya memiliki kartu tani. Dia mencontohkan di Dusun Cikole. Dari 30 petani yang mendapatkan kartu tani paling lima orang. Juga di kampung lainnya. “Sementara kalau beli pupuk subsidi itu kan pakai kartu tani,” ujarnya Rabu (7/10).

“Memang kalau yang punya kartu tani gampang beli pupuk, namun ketika pupuknya enggak ada justru sulit juga, baik yang punya kartu atau yang tidak punya kartu sekali pun,” paparnya.

Petani yang tidak memiliki kartu tani saat akan membeli pupuk bersubsidi kesulitan. Tidak gampang. Mereka harus membawa kartu keluarga, KTP dan persyaratan lainnya.

“Pokoknya petani yang tidak punya kartu tani membeli pupuk itu ribet, kalau tidak bawa persyaratan harus pulang ke rumah lagi bawa persyaratan, jadinya memakan waktu lama karena jaraknya jauh,” keluhnya yang juga petani.

Jadi, kata dia, pada intinya petani tidak mau tahu: pemerintah harus tetap menyediakan pupuk bersubsidi untuk para petani. Karena, kalau pupuk sulit didapatkan, maka tanaman padi pertumbuhannya terhambat.

Baca juga : Bupati, DPRD, Mahasiswa & Masyarakat Ciamis Tolak UU Omnibus Law

Bagi yang memiliki kartu tani, kata Wahyu, membeli pupuk subsidi tidak ribet. Karena di dalam kartu itu ada deposit uang. Jadi setiap membeli pupuk, dari kartu itu uangnya dipotong.

Dia menilai distribusi kartu tani harus diperbanyak. Tidak seperti saat ini tidak seimbang. Jumlah petani banyak sementara alokasi kartu tani sedikit. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.