Karyawan Gudang Cell Ditipu Polisi Kota Tasik Gadungan, Hape Seharga Rp7,8 Juta Raib

1657
0

KOTA TASIK – Penipuan bermodus Cash On Delivery (COD) membeli ponsel dengan pelakunya yang mengaku anggota Polisi, terjadi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (3/1) Sore.

Korbannya adalah karyawan Gudang Cell, Yuda Pratama (25).

Awalnya korban berkomunikasi dengan pelaku via medsos hingga bertukar nomor ponsel.

Lalu, pelaku yang menurut korban ciri-cirinya bermuka bersih, badan tegap dan tinggi itu, memesan ponsel Realme X2 Pro warna putih yang dibanderol Rp 7,8 juta.

Jumat Sore, korban dan pelaku bertemu untuk bertransaksi di sebuah rumah yang dijadikan kosan pelaku di Bumi Resik Panglayungan (BRP).

Korban pun tak menaruh curiga, karena sudah biasa COD selama 5 tahun ini. Saat tiba di lokasi, korban akhirnya bertemu dengan pelaku.

“Pelaku ngakunya anggota Sabhara di Polres Tasikmalaya Kota. Pas ketemu pelaku memakai pakaian PDH warna cokelat lengan pendek. Tapi tak memakai pangkat atau strip,” ujar korban kepada radartasikmalaya.com, Sabtu (4/1) sore.

Terang dia, korban akhirnya duduk di ruang tamu rumah yang kosong itu. Lalu, pelaku mengambil ponsel baru itu dan menyimpan hapenya di dalam kamar.

“Saat itu pelaku bilang minta antar mau ke Polres dan uangnya ada di temannya di Jalan Bojong. Lalu kami berdua ke Bojong,” terangnya.

Ketika tiba di pertigaan Bojong, tambah korban, dirinya diminta menunggu karena pelaku hendak masuk gang untuk mengambil uang dan sambil berpesan uang yang akan diberikan ke pelaku sebesar Rp 6 juta. “Sisa pembayarannya ada di rumah yang tadi,” tambahnya.

Ternyata selang 10 menit pelaku masuk gang, si pelaku tak kunjung kembali menemuinya.

Korban pun langsung kembali ke rumah kosan pelaku, tempat dia memberikan ponsel kepada pelaku.

“Ternyata di rumah yang tadi kosong ada seorang anak dan pria. Pas dicek di kamar yang tempat pelaku menyimpan ponsel, sudah tak ada barang dagangannya,” jelasnya.

Tukas dia, menurut penghuni rumah itu pelaku adalah mau ngekos di kamar tersebut. Tetapi karena dalam keadaan tak ada kasur, penghuni rumah pergi ke Cieunteung untuk mengambil kasur.

“Lalu saya balik lagi ke Bojong tak ada yang melihat pelaku. Akhirnya saya laporkan kasus ini ke Mapolres,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.