Karyawan PD PasarRresik Jadi THL, Pesangon tetap Harus Dibayarkan

32
KEBERATAN. Direktur Utama PD Pasar Resik Asep Safari Kusaeri (tengah) saat audiensi di DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (11/2). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Uang pesangon karyawan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Resik Kota Tasikmalaya tetap harus dibayarkan, meski para karyawannya akan diangkat menjadi tenaga harian lepas (THL) di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelola Pasar.

Direktur Utama PD Pasar Resik, Asep Safari Kusaeri menerangkan urusan mengangkat dan memberhentikan pegawai di PD Pasar Resik itu tanggung jawab direksi.

Dengan demikian, ketika karyawan itu diangkat jadi THL, mereka tetap harus mendapatkan pesangon.

Dia menyebutkan berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan, pesangon karyawan PD Pasar Resik harus tetap dibayarkan walaupun dipekerjakan kembali sebagai THL di UPTD Pengelola Pasar.

“Secara administratif, karyawan harus diberhentikan dulu oleh direksi,” kata dia, Rabu (13/2).

Setelah para pegawai diber­hentikan oleh direksi PD Pasar Resik, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya bisa mengangkat kembali mereka menjadi THL. Itu pun kalau karyawannya bersedia.

“Kemudian bagaimana dengan karyawan yang tidak mau bekerja sebagai THL? Kami direksi tidak mau menjadi korban dalam memenuhi hak karyawan ketika PD Pasar Resik dibubarkan pemkot,” ujar dia menegaskan.

Menurut dia, sebetulnya ada solusi yang untuk menangani persoalan pesangon karyawan. Namun, membutuhkan waktu untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Insyaallah ketika semua mempunyai tekad atau niat baik pasti ada solusi terbaik,” tuturnya.

Staf pelaksana PD Pasar Resik Ajang Nursodiq mengharapkan pemkot mempertimbangkan kembali pengangkatan karyawan PD Pasar Resik menjadi THL.

Hal itu karena pendapatan mereka akan dihitung per hari. “Kalau libur ya tidak dapat uang. Sudah begitu, tidak ada pesangon,” kata dia saat diwawancara di Pasar Cikurubuk kemarin.

Menurut dia, pasar tradisional beroperasi layaknya rumah sakit. Tidak mengenal libur sehingga aktivitas setiap harinya harus dikelola.

“Kita berat kalau seperti THL. Apalagi di rumah ada tanggungan, belum lagi ada piutang dengan perbankan,” ucapnya mengeluh.

Salah seorang satpam PD Pasar Resik yang bertugas di Unit Cikurubuk Yayat Ruhyadi keberatan apabila diberi upah harian. Apalagi, ketika lepas piket atau mendapat giliran libur berjaga, otomatis tidak ada penghasilan. “Ya menolak. Memang saat libur atau lepas piket, mau dihitung sebagai gaji?” ujarnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.