Karyawan RM di Indihiang Kota Tasik Tewas, Telunjuk dan Dada Hangus..

5227
0
Loading...

KOTA TASIK – Seorang karyawan rumah makan (RM), Saung Rangon di Kampung Rarangjami, RT 01, RW 08, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Kamis (19/12) sore, ditemukan tak bernyawa di dalam bak penampungan air.

Diduga, korban tewas karena tersengat listrik, ketika hendak membetulkan pompa air bak penampungan.

Kapolsek Indihiang, Kompol Bashori membenarkan adanya kejadian ini. Kata dia, peristiwa ini terjadi pukul 14.30 WIB.

Korban diketahui bernama Irwan W (35), warga Kampung Panyingkiran, Indihiang. “Kami mendapatkan informasi bahwa korban tewas di bak penampungan air,” ujarnya kepada wartawan.

Terang dia, kronologinya berdasarkan keterangan saksi Ega (26) yang juga karyawan rumah makan tersebut, sekitar pukul 14.30 WIB dia diminta istri korban untuk mencarinya.

“Kemudian dicarilah korban di penampungan air. Ternyata korban sudah mengambang di lokasi itu dengan badan sudah kaku,” terangnya.

Lalu, beber Kapolsek, saksi Ega meminta bantuan kepada karyawan lainnya, Abdul Manaf (25), Dodo (45), Agus (49), Tedi (39), dan Nana (55) untuk mengevakuasi jenazah korban di bak penampungan air.

Loading...

“Kemudian setelah dievakuasi, melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Kepolisian,” bebernya.

Menerima informasi itu, dirinya beserta piket Reskrin dan Inafis Polres Tasikmalaya Kota serta jajarsn Polsek Indihiang bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Korban pertama kali diketemukan oleh saksi dalam keadaan sudah mengambang di bak penampungan air,” tambahnya.

“Dengan badan sudah kaku dan bagian kaki terendam air serta keadan cuaca baru reda dari hujan lebat. Bahwa dari keterangan istri korban, korban sedang membetulkan air. Dan keterangan saksi M Amir, selaku pengelola rumah makan itu sekira jam 10.00 WIB, korban diingatkan oleh saksi untuk menguras dan membersihkan torn penampungan air,” sambungnya.

Kemudian, jelas Kapolsek, sekira jam 12.30 WIB, saksi menelpon korban tetapi tidak diangkat. “Bahwa dari hasil cek TKP ditelunjuk tangan kiri dan dada sebelah kanan korban terdapat luka bakar. Bahwa korban merupakan karyawan di rumah makan itu sebagai tehnisi,” jelasnya.

Tukas dia, di atas bak penampungan terdapat mesin pompa air dekat torn penampungan air, serta ada beberapa kabel listrik yg terbentang di atas torn dan penyangga torn terbuat dari besi.

“Menurut keterangan saksi saksi bahwa hujan terjadi sejak sekitar pukul 13.00 WIB sampai 14.00 WIB,” tukasnya.

“Karena tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, keluarga korban menolak di bawa ke rumah sakit juga menolak untuk diotopsi serta telah menerima dengan meninggalnya korban,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.