Kasihan, Pegawai PT Condong Garut 4 Bulan tak Gajian

209
0

TAROGONG KIDUL – Para pekerja perkebunan PT Condong mengaku sudah empat bulan tidak mendapatkan gaji.

Tak hanya itu, mereka juga mempertanyakan keberadaan uang koperasi serta uang pensiun yang sudah puluhan tahun mereka tabungkan akan tetapi hingga kini tidak ada kejelasan.

“Sudah empat bulan ini kami tak lagi mendapatkan hak kami berupa gaji. Sementara tenaga kami hingga saat ini masih terus digunakan,” ujar perwakilan karyawan PT Condong Dayat (55) saat datang ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Garut, Senin (13/7).

Baca juga : Kader PDIP & FokopimcamKarangpawitan Garut Perbaiki Gubuk Mirip Kandang Hewan Milik Janda Tua Sebatang Kara

Dayat menyebutkan, dirinya bersama ratusan karyawan lainnya tidak menerima gaji sejak bulan Februari. Biasanya gaji sebesar Rp 1.100.000 itu dibayar tiap bulan oleh perusahaan.

“Bulan Mei sempat ada pembayaran gaji, tapi itu pun hanya baru 15 persennya saja,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini karyawan yang bekerja di perkebunan karet dan sawit milik PT Condong yang berada di wilayah Kecamatan Cikelet dan Pakenjeng ini ada sekitar 800 orang. Semuanya karyawan ini semuanya belum dapat gaji selama empat bulan ini.

“Kami sudah beberapa kali menanyakan kepada pihak perusahaan, tetapi tidak ada jawaban pasti. Terlebih saat ini sudah ada pergantian jajaran direksi perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melaporkan hal ini ke pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Garut. Hal ini bahkan sempat ditindaklanjuti oleh Disnaker dengan mempertemukan antara perwakilan karyawan dengan pihak personalia perusahaan akan tetapi kembali menemui jalan buntu.

“Ketika ditanyakan kembali hasil pertemuan itu, pihak Disnaker hanya menyarankan agar pihak karyawan menemui langsung pihak perusahaan. Jadi kami bingung mau mengadu ke mana,” ujarnya

Hal senada dikatakan Kuraesin (50), perwakilan pekerja lainnya. Menurut dia, bukan hanya gaji saja yang tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan, tetapi uang simpanan koperasi para karyawan selama puluhan tahun pun hingga saat ini tidak ada kejelasan.

“Jadi ketika masuk pada tahun 1998, semua karyawan sudah diwajibkan untuk masuk koperasi dengan membayar simpanan awal sebesar Rp 350 ribu. Selain itu, tiap bulannya, gaji karyawan juga langsung dipotong mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per bulannya. Tetapi sekarang tidak ada kejelasan,” ujarnya.

Selain uang koperasi, tambahnya, ada juga uang pensiun yang juga saat ini keberadaannya juga tak jelas.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnaker Garut Ricky Rizky Darajat mengakui sudah adanya pengaduan dari perwakilan karyawan PT Condong terkait adanya kewajiban yang tidak dibayarkan oleh pihak perusahaan.

Hal ini menjadi perhatian pihaknya dan pihaknya akan berupaya untuk mencari solusi terbaik.

“Sudah dua kali perwakilan dari karyawan PT Condong datang ke sini (Disnaker). Mereka mengadukan pihak perusahaan yang sudah empat bulan terakhir tak membayarkan gaji mereka,” ujar Ricky, Selasa (14/7).

Menurut dia, sesuai kewenangan, ranah Disnaker dalam hal ini hanya untuk memediasi kedua belah pihak.

Apa yang terjadi antara pihak karyawan dengan perusahaan PT Condong ini sendiri sudah masuk dalam perselisihan perusahaan dengan karyawan sehingga Disnaker punya kewenangan untuk mengupayakan mediasi.

Perwakilan karyawan PT Condong itu, tutur Ricky, pertama kali datang pada tanggal 29 Juni 2020. Keesokan harinya, tepatnya tanggal 30 Juni 2020, pihak Disnaker langsung melayangkan undangan kepada pihak perusahaan guna memberikan klarifikasi.

Namun saat itu, dengan alasan ada keperluan di luar kota, dari pihak perusahaan belum bisa memenuhi undangan.

Baru pada tanggal 3 Juli, perwakilan dari pihak perusahaan PT Condong datang ke Disnaker untuk memberikan klarifikasi. Pihak perusahaan sama sekali tidak menyangkal apa yang dituduhkan karyawan terkait adanya kewajiban berupa gaji selama empat bulan yang belum dibayarkan.

Adapun alasan dari pihak perusahaan, tambah Ricky, dikarenakan kondisi perusahaan yang saat ini memang sudah kolaps. Bahkan kolaps-nya perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan karet itu sudah terjadi sejak tahun 2015 lalu.

“Dari pihak perusahaan mengakui jika kondisi perusahaan sudah kolaps sejak 2015 lalu. Namun demikian pihak perusahaan tak mau mem-PHK karyawannya dan dengan cara apapun terus berupaya memenuhi kewajibannya terhadap para karyawannya, terutama gaji,” katanya.

Namun sejak masa pandemi Covid-19, diungkapkan Ricky, pihak perusahaan sudah benar-benar tak sanggup lagi membayar gaji para karyawannya. Itulah yang menjadi alasan kenapa sudah empat bulan terakhir ini pihak perusahaan belum bisa membayar gaji para karyawannya.

Ricky juga menerangkan, terkait keberadaan uang koperasi dan uang pensiun yang juga dipertanyakan pra karyawan, pihak perusahaan juga tak menyangkal hal itu. Menurut keterangan pihak perusahaan saat memberikan klarifikasi, uang itu memang sudah digunakan untuk menutupi gaji selama perusahaan dalam kondisi kolaps sejak 2015 lalu.

Menurut Ricky, sesuai aturan, pihak perusahaan tetap harus bertanggungjawab untuk memenuhi hak-hak para karyawannya, terutama gaji. Jangankan terhadap karyawan yang tenaganya masih digunakan, untuk karyawan yang sudah di PHK pun, hak-haknya harus tetap dipenuhi.

Baca juga : Tersandung Kasus Korupsi, Kadispora Garut Diberhentikan Sementara

Oleh karenanya, tandas Ricky, pihaknya akan terus berusaha memediasi kedua belah pihak untuk melakukan pertemuan dan musyawarah untuk mencari solusi terbaik. Hingga saat ini, mediasi dengan mempertemukan kedua belah pihak masih belum bisa dilaksanakan mengingat belum danya kesiapan dari pihak perusahaan terkait waktu.

“Kita akan jadwal ulang untuk agenda mediasi yang tentunya harus dihadiri kedua belah pihak. Pokoknya kita akan terus berupaya agar antara pihak perusahaan dan karyawan bisa melaksanakan mediasi,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.