Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.2%

Kasihan, Perempuan Warga Kawalu Kota Tasik Ini Butuh Uluran Tangan

5302
2
Penderita tumor di Kawalu radartasikmalaya.com
Neneng Nuraeni, warga Kawalu Kota Tasik penderita tumor ovarium saat ditemui di rumahnya, Selasa (02/09) sore. screenshot for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Neneng Nuraeni (27) adalah warga Jalan Air Tanjung, Kampung Cukang, RT02, RW05 , Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Istri Trisna Irawan (30) ini membutuhkan uluran tangan dan perhatian pemerintah.

Pasalnya, keluarga ini sudah tak mampu mengobati penyakit Neneng, yakni tumor ovarium, yang diderita sejak setahun lalu.

Trisna, suami Neneng mengakui, awalnya diketahui ada tumor di tubuh istrinya itu saat kelahiran anak kedua mereka di RSUD Dr Soekardjo. Saat itu, istrinya melahirkan disesar.

“Ketahuan sama dokter katanya ada benjolan. Katanya kalau sudah 40 hari diperiksa lagi kesana. Tapi kami lupa tak diperiksa lagi waktu itu,” ujar Trisna yang ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (02/09) sore.

Terang dia, kondisi keluarganya saat itu berkecukupan karena dirinya masih bekerja sebagai sales sehingga berobat pun masih menggunakan BPJS.

“Nah pas sudah 40 hari lupa tak kesana untuk diperiksa. Ketika anak udah usia 3 bulan baru ketahuan kalau kencing dan berak suka sakit,” terangnya.

Lalu, beber Trisna, istrinya itu diperiksa di Rumah Sakit Permata Bunda dan ketahuan ada bentuk warna hitam di dalam perutnya tapi belum pasti itu tumor.

“Pas sering berobat ke dokter bagian dalam dan discan USG, baru ketahuan itu tumor. Jadi karena tak ada alatnya di Tasik maka berobatnya ke RS Hasan Sadikin Bandung. 1 tahun bulak-balik Tasik-Bandung berobat,” sambungnya.

Dia menambahkan, karena harus bolak-balik Tasik-Bandung mengantar istrinya dan mengurus kedua anaknya, dia terpaksa resign dari tempat kerjanya.

“Katanya harus segera dioperasi. Tapi karena ada wabah Covid-19 dan BPJS nunggak belum dibayar jadi tak bisa dioperasi,” tambahnya.

Dia berharap ada uluran tangan dari para dermawan dan pihak pemerintah.

Karena membutuhkan biaya untuk berobat istrinya. Apalagi saat ini dia tinggal bersama mertuanya.

Karena, rumahnya dan sebuah motor miliknya sudah dijual untuk biaya berobat istrinya.

Kini dia tak bisa berbuat banyak selain dibantu para dermawan dan pemerintah.

“Dari pihak pemerintah belum ada yang nengok kami. Harapan saya sebagai kepala keluarga semoga ada bantuan dari para dermawan dan pihak pemerintah. Kemarin tak dapat bantuan sosial Covid. KTP asli Kota Tasik,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

2 KOMENTAR

  1. Coba minta rujukan k RSDK Purwokerto, pake BPJS….semoga cpt teratasi dan cepat sembuh….ini pengalaman istri saya sendiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.