KASIHAN.. Warga Cijeungjing Ciamis Terdampak Bendungan Leuwi Keris Tak Terima Ganti Rugi

2941
0
AUDENSI. Masyarakat dari Forum Pengawasan Dampak Pembangunan Waduk dan Bendungan melakukan audiensi menuntut tanah yang terdampak Bendungan Leuwi Keris segera dibayarkan. Audiensi dilaksanakan Jumat (20/11) di Gedung DPRD Ciamis. IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Masyarakat dari Forum Pengawasan Dampak Pembangunan Waduk dan Bendungan dari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, Jumat (20/11), melakukan audiensi dengan DPRD.

Mereka menuntut tanah yang terdampak Bendungan Leuwi Keris segera dibayarkan.

Ketua Forum Pengawasan Dampak Pembangunan Waduk dan Bendungan Anwar Solihin SPdI menjelaskan pihaknya sudah beberapa kali menuntut agar ada pembayaran untuk tanah yang dipakai bendungan. Namun sampai pertemuan Jumat (20/11), uang pembayaran tanah itu belum juga pihaknya terima.

Untuk mendorong pencairan pembayaran tanah yang terpakai Bendungan Leuwi Keris, pada Selasa (24/11) atau Rabu (25/11), pihaknya akan berangkat ke Jakarta. Mereka akan menemui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

“Saya juga akan berangkat dengan Ketua DPRD, Komisi A dan Komisi C agar mempercepat pencairan dari LMAN,” paparnya.

Baca juga : HEBOH Mayat Misterius Dikerubuti Biawak di Manonjaya Tasik, Ternyata Warga Ciamis

Adapun lahan yang terdampak bendungan Leuwi Keris itu, kata dia, 1.074 bidang tanah. Adapun nominalnya sekitar Rp 400 miliar. “Nah secepatnya dari jumlah yang punya tanah tersebut untuk dicairkan,” ujarnya.

Ketua DPRD Ciamis H Nanang Permana SH menjelaskan, masyarakat datang ke DPRD meminta kejelasan kapan uang penggantian tanah yang dipakai proyek Bendungan Leuwi Keris diganti atau dibayarkan.

Berdasarkan pertemuan di DPRD kemarin, kata dia, pembayaran lahan tersebut akan dilaksanakan Desember 2020, karena pemberkasan seluruhnya di bulan ini. Informasi yang dia terima bahwa seluruh berkas telah diserahkan ke LMAN pada 4 November 2020.

“Artinya tahapan kedua genangan di tiga kelurahan dan tertinggal di dua desa pembayarannya akan dilakukan bulan Desember tahun 2020,” paparnya.

Adapun untuk tanah pemda yang terpakai bendungan Leuwi Keris, kata Nanang, belum diukur dan belum diajukan karena sedang dihitung luasnya yang terkena genangan.

Dihubungi terpisah PPK Pengadaan Tanah dari BBWS Agus Purnomo ST mengatakan intinya pihaknya menunggu surat dari Direktur LMAN. Saat ini masih dalam pemeriksaan di LMAN.

“Semoga secepatnya. Harapan bersabar karena semua kita lakukan menempuh prosedur, sega secepatnya beres,” ujarnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.