Kasus Corona di Ciamis Meningkat, KBM Tatap Muka & Guling di 5 Kecamatan Dihentikan

2619
0
BELAJAR. Guru SDN 2 Sindangherang Ciamis Irma Hizriani SPd mengajar siswa dengan metode Guling alias guru keliling. Metode ini jadi alternatif pembelajaran di tengah pandemi.
BELAJAR. Guru SDN 2 Sindangherang Ciamis Irma Hizriani SPd mengajar siswa dengan metode Guling alias guru keliling. Metode ini jadi alternatif pembelajaran di tengah pandemi.

CIAMIS – Sejak memasuki bulan September 2020, kasus positif Corona di Kabupaten Ciamis mengalami peningkatan, untuk itu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  dan Guru Kelling di 5 kecamatan, dihentikan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Ciamis, dr Bayu Yudiawan mengatakan, bahwa untuk lima kecamatan itu adalah; Ciamis, Cihaurbeuti, Sadananya, Pamarican dan Jatinagara.

Di Cihaurbeuti ada 1 orang, Sadananya 2 orang, Jatinagara 1 orang, Pamarican 1 orang. Untuk Kecamatan Ciamis tidak ada kasus, namun suspek yang kontak erat dengan pasien positif cukup tinggi.

Bayu memberikan rekomendasi ke Dinas Pendidikan untuk kegiatan belajar guru keliling yang sebelumnya telah berjalan dihentikan sementara, dan kembali memaksimalkan proses daring.

“Kami sarankan kepada pihak sekolah memaksimalkan Daring, karena penghentian sementara Guling dan tatap muka untuk mengantisipasi adanya penularan transmisi lokal Corona,” paparnya.

Tambah Bayu selain menghentikan sementara kegiatan guru keliling, kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka untuk berbagai tingkatan TK, SD, SMP dan SMA belum diizinkan saat ini.

“Memang, semula direncanakan akan melakukan uji coba pada bulan September 2020 ini, tapi melihat kondisi kasus Corona yang kembali meningkat. ini tidak memungkinkan,” tegasnya.

“Bahkan bupati juga telah mengeluarkan edaran tentang penundaan KBM tatap muka, tetap melaksanakan daring saja,”tuntasnya.

(iman s rahman)

 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.