Kasus Corona di Garut, Penularan Sudah Terjadi di Angkot

312
0
KOORDINASI. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman saat membahas tentang protokol kesehatan dengan ASN, kemarin. Yana Taryana / Rakyat Garut

GARUT KOTA – Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menyatakan, penyebaran virus corona atau covid-19 di Kabupaten Garut saat ini sudah terjadi melalui transmisi lokal.

Maka dari itu, Helmi meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dalam setiap aktivitasnya.

“Virus corona ini nyata dan realita. Penyebarannya juga sekarang tidak impor (luar) lagi, tetapi sudah terjadi transmisi lokal,” ujar Helmi kepada wartawan, Selasa (6/10).

Helmi menerangkan, dengan adanya transmisi lokal dalam penyebaran Covid-19 ini, maka masyarakat harus waspada karena potensi penularan ini bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. “Kemungkinan orang-orang yang ada di sekitar kita juga berpotensi menularkan Covid-19,” terangnya.

Seperti halnya temuan salah satu kasus positif beberapa waktu lalu, yang disinyalir tertular dari angkutan kota (angkot). Pihaknya menduga penularan dari angkutan umum ini, karena pasien positif ini tidak pernah bepergian ke luar kota.

“Dia hanya beraktivitas di wilayah Garut dan sering naik angkot. Jadi kemungkinan pasien ini tertular dari situ (angkot, Red),” katanya.

Loading...

Dengan adanya temuan kasus seperti ini, kata dia, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti 3M (mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak) dalam setiap kegiatan, termasuk ketika menggunakan angkutan umum.

Helmi mengakui, memang kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan ini masih rendah. Dengan kondisi ini, Pemkab Garut bersama para relawan, TNI dan Polri terus gencar memberikan imbauan kepada masyarakat baik itu di wilayah perkotaan maupun pelosok.

“Untuk pelosok pemerintah kecamatan dan desa juga terus memberikan imbauan kepada masyarakatnya dalam menerapkan protokol kesehatan ini,” ujarnya.

Dengan upaya ini, pihaknya berharap kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan bisa terus meningkat. Sehingga bisa memutus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut. “Kita juga secara spontan memberikan reward kepada masyarakat yang taat menerapkan protokol kesehatan,” paparnya.

Sementara itu, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan, penambahan kasus baru itu berasal dari Kecamatan Banjarwangi sebanyak empat orang, tiga orang dari Kecamatan Cilawu, dan satu orang dari Karangtengah.

Selain penambahan kasus baru, dilaporkan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia. “Laki-laki usia 71 tahun asal Kecamatan Banyuresmi,” kata dia melalui keterangan resmi.

Berdasarkan data terakhir, total kasus di Kabupaten Garut berjumlah 269 kasus. Sebanyak 11 orang masih melakukan isolasi mandiri, 44 orang isolasi di rumah sakit, 201 orang sembuh, dan 13 orang meninggal dunia. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.