Kasus Corona di RSUD Kota Tasik, 90 Pegawai di-Tracing

1251
0
Tadinya hanya 60 orang, setelah dikembangkan jadi 90 orang.”dr Uus Supangat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasik­malaya

TASIK – Kasus pegawai RSUD dr Soekardjo Kota Tasik­malaya yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih dita­ngani Satgas Covid-19. Dari lima yang positif, 90 pegawai harus menjalani isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasik­malaya, dr Uus Supangat menga­takan pe­gawai RSUD yang positif tercatat ada lima orang. Pihaknya sudah melakukan tracing dan mencatat 90 orang yang berpotensi kontak erat.

Baca juga : Hasil Uji Lab Keracunan Massal di Mangkubumi Kota Tasik Belum Keluar

“Tadinya hanya 60 orang, setelah dikembangkan jadi 90 orang,” ujarnya kepada Radar, Rabu (14/10).

Konsekuensinya, sebagian pegawai harus menjalani isolasi mandiri dan beberapa pelayanan ditutup. Diharapkan tidak ada lagi penambahan, sehingga pegawai yang sebelumnya isolasi mandiri bisa kembali bekerja.

“Karena di rumah sakit kan setidaknya protokol kesehatan lebih dijaga,” tuturnya.

Untuk antisipasi kondisi terburuk, kata Uus, dimana para tenaga kesehatan harus diisolasi secara khusus.

Pihaknya sedang menyiapkan beberapa alternatif. Bisa memperbantukan tenaga kesehatan dari RS swasta atau mengajukan ke Dinkes Provinsi Jawa Barat. “Jadi pelayanan bisa tetap berjalan normal,” katanya.

Disinggung sumber penularan, tambah Uus, pihaknya belum bisa memastikan. Ada kemungkinan mereka terpapar saat melayani pasien.

“Karena yang terkena itu di pelayanan rawat jalan, jadi banyak bertemu orang dari luar atau tertular saat beraktivitas di luar,” terangnya.

Meskipun ada penularan di lingkungan RSUD dr Soekardjo, sambung dia, bukan berarti masyarakat harus takut untuk datang ke rumah sakit. Karena yang patut diwaspadai itu, melakukan kontak erat dengan orang lain.

“Kalau tempatnya kan rutin disemprot, dan juga berbeda blok dengan rawat inap dan gedung pelayanan lain,” jelasnya.

Sampai kemarin, penambahan pa­sien positif masih terus terjadi dengan jumlah total 325 pasien aktif 156 orang. Pasien baru tersebut, merupakan hasil dari kasus-kasus sebelumnya.

Baca juga : DP3AKB Kota Tasik Bangun Kesadaran Keluarga untuk Lawan Covid-19,

“Terutama yang sedang kita soroti itu klaster keluarga,” terangnya.

Perlu dipahami, lanjut Uus, penggunaan masker belum cukup untuk terhindar dari penularan. Sebab harus diikuti penerapan jaga jarak ketika bertemu dengan orang lain apa lagi di luar rumah.

“Kalau masker sudah cukup oke lah, tapi pshycal distancing-nya yang masih banyak dilanggar,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.