Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.7%

Kasus Corona Kota Tasik Naik, Pol PP: Belum Ada Perintah Penutupan Mambo Kuliner, Pasar Kojengkang dan Reboan

4402
0

KOTA TASIK – Kasus Corona yang naik pada Agustus yang membuat Kota Tasikmalaya degradasi ke zona oranye, membuat semua aktivitas masyarakat harus terus meningkatkan protokol kesehatan.

Berbagai kerumunan massa pun harus semakin diperketat serta terus menjaga protokol kesehatan.

Seperti halnya di Pasar Kojengkang, Reboan dan Mambo Kuliner yang tetap buka hingga kini.

Hal itu dibenarkan Kabid Trantibum Satpol PP Kota Tasik, Yogi Subarkah.

Sampai hari ini belum ada instruksi dari pimpinan tertinggi di Kota Tasik untuk menutup berbagai tempat keramaian tersebut.

“Itu semua (Pasar Kojengkang, Reboan dan Mambo Kuliner, Red) adalah giat yang sudah biasa dilakukan sebelum Covid-19,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (09/09) siang.

“Jadi Masih diperbolehkan buka dan betaktivitas asalkan tetap menjaga serta mentaati semua protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan,” sambungnya.

Sedangkan terkait pembelajaran tatap muka, secara terpisah Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasik, Ivan Dicksan memastikan bahwa saat ini belum bisa diberlakukan belajar tatap muka.

“Walaupun memang sudah ada beberapa sekolah swasta dan negeri yang mengajukan verifikasi. Tapi ya karena kita di zona oranye maka belum bisa melaksanakan belajar tatap muka,” tuturnya saat ditemui di Bale Kota.

Tambah Ivan, pihaknya pun baru bisa memastikan bahwa di Kota Tasik bisa belajar tatap muka melihat perkembangan 2 minggu kedepan setelah melewati masa pandemi zona oranye ini.

“Ya kita tunggu perkembangan 2 minggu kedepan. Kalau tak ada kenaikan maka kemungkinan bisa belajar tatap muka. Tapi kalau kasusnya naik ya memang belum bisa diberlakukan,” tambahnya.

Sebab, jelas Ivan, secara aturan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemendikbud juga secara jelas telah memutuskan daerah yang bisa melaksanakan belajar tatap muka adalah kota dan kabupaten yang berada di zona kuning.

“Tentunya jika sudah berada di zona kuning lagi juga sekolah harus memenuhi berbagai persyaratan protokol kesehatan jika ingin belajar tatap muka. Jadi ya kita lihat perkembangan 2 minggu kedepan,” jelasnya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun radartasikmalaya.com dari instagram Diskominfo Rabu (09/09) pagi tercatat kasus pasien positif Covid-19 yang dikarantina naik lagi menjadi 5 pasien.

Rinciannya 4 pasien dikarantina diketahui positif Covid dari asimptomatik dan penambahan pasien positif yang dikarantina hari ini adalah 1 orang diketahui dari uji simptomatik. Maka total pasien positif dari awal musim pandemi di Kota Tasik menjadi 51 kasus.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.