Kasus Corona Meningkat, 416 Relawan Covid-19 Diterjunkan ke Pelosok Garut

1199
0
H Rudy Gunawan

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menerjunkan ratusan sukarelawan Covid-19 ke daerah kumuh maupun pelosok terpencil di Garut.

Ratusan relawan yang terdiri aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat, TNI dan Polri ini diterjunkan untuk menyosialisasikan bahaya dan antisipasi penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan masyarakat.

Baca juga : Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu Garut Jadi Tersangka & Ditahan

“Total relawan ada 416 orang. Sudah kami sebar kemarin (Kamis) untuk menyosialisasikan bahaya dan cara antisipasinya kepada masyarakat,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan Jumat (18/9).

Rudy menerangkan, para relawan bertugas selain memberikan imbauan, juga memberi masker dan memberi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Para relawan ini menerangkan bagaimana cuci tangan yang baik dan benar dengan membawa sabun dan mencontohkannya langsung ke daerah-daerah kumuh yang sulit dijangkau,” katanya.

Ia menuturkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dengan menerjunkan sukarelawan bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban dan perintah sesuai protokol kesehatan dalam pencegahan wabah Covid-19.

Selain itu, lanjut dia, keberadaan sukarelawan juga akan membantu masyarakat dalam melakukan tindakan cepat dan tepat apabila di lapangan ada indikasi warga terpapar wabah Covid-19.

“Untuk mereka yang menjadi relawan Covid-19 ini harus bergerak sesuai pengawasan, mereka melaksanakan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan,” terangnya.

Bupati menegaskan tim gugus tugas yang sebelumnya sudah dibentuk juga ditingkatkan tugas pengawasannya dengan melakukan Operasi Yustisi Penegakan Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2020 tentang pencegahan wabah Covid-19.

Operasi yang dilakukan petugas di lapangan, kata dia, saat ini diprioritaskan pada pengguna kendaraan atau transportasi umum dan orang per orang yang beraktivitas di kawasan perkotaan Garut.

Upaya pemerintah itu, kata bupati, untuk menciptakan hidup sehat bagi semua kalangan masyarakat, khususnya tingkat rumah tangga karena saat ini ada klaster keluarga terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sekarang kan ada klaster keluarga, makanya kita setop supaya tidak melebar menjadi klaster rukun tetangga sampai yang lebih besar, makanya kita buat relawan seperti ini,” paparnya.

Baca juga : Pengolah Kulit di Sukaregang Garut Wajib Punya Ipal, Jika Tidak Bisa Dipidana

Humas Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita menerangkan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatakan yang cukup signifikan. Sampai saat ini, total kasus positif sampai Kamis (17/9) di Garut saat ini mencapai 156 orang.

“Diperkirakan saat ini terus mengalami peningkatan. Sekarang datanya belum masuk,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.