Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Kasus Corona Menurun, Pangandaran Tak Akan Terapkan PSBB

427
1
WISATA. Sejumlah wisatawan menikmati Pantai Pangandaran. Pemkab Pangandaran belum ada rencana menerapkan aturan pelarangan wisata dari luar daerah seiring dengan kebijakan PSBB DKI Jakarta. deni nurdiansah / radar tasikmalaya
WISATA. Sejumlah wisatawan menikmati Pantai Pangandaran. Pemkab Pangandaran belum ada rencana menerapkan aturan pelarangan wisata dari luar daerah seiring dengan kebijakan PSBB DKI Jakarta. deni nurdiansah / radar tasikmalaya

PANGANDARAN – Bertambahnya kasus positif Covid-19 memaksa Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan PSBB ketat. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran tidak akan mengeluarkan kebijakan PSBB seperti di DKI Jakarta karena kasus positif Covid-19 di Pangandaran cenderung turun.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan peningkatan kasus positif Covid-19 di daerah lain tidak memengaruhi kebijakan di Kabupaten Pangandaran.

“Untuk protokol kesehatan tetap diterapkan, mengingat Covid-19 belum berakhir,” ucapnya Minggu (13/9).

Selain itu, razia masker di kawasan Pangandaran juga terus digencarkan untuk memberikan pemahaman kepada warga dan wisatawan agar tetap waspada. “Penggunaan masker dan face shield harus terus dilakukan,” ujarnya.

Baca juga : Satgas Money Politik & Mafia Pemilu di Pangandaran Harus Netral

Sejauh ini, menurut Jeje, tidak ada kasus terkonfirmasi positif lagi di Kabupaten Pangandaran. “Sementara untuk kasus klaster nikahan di Cimerak semuanya sudah sembuh, juga klaster Padaherang,” ucapnya.

Ia mewanti-wanti semua camat hingga perangkat desa untuk lebih skeptis ketika ada tamu dari luar kota. “Kalau yang tinggal 1 kali 24 jam harus di-rapid, kalau perlu di-swab test,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki mengatakan dalam database Gugus Tugas Covid-19, sudah ada 59 kasus positif dan semuanya sudah sembuh. “Semuanya sudah sembuh dan yang terkonfirmasi kasus Cimerak pun sudah pulang,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Untung Saeful Rachman mengatakan belum ada kebijakan larangan bagi wisatawan ke Pangandaran.

“Kita hanya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya. (den)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.