Kasus Covid-19 di Garut Selatan Meningkat, Pemkab Siapkan RS Darurat

74
0
istimewa MEMANTAU. Bupati Garut H Rudy Gunawan saat memantau pelayanan pasien Covid-19 di selatan Garut Selasa (22/12).
Loading...

PAMEUNGPEUK – Bupati Garut H Rudy Gunawan memantau pelayanan pasien Covid-19 di wilayah selatan Garut. Hal itu dilakukan menyusul meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut.

“Sekarang wilayah zona merah di selatan itu Kecamatan Pameungpeuk. Di wilayah ini terdapat puluhan orang positif Covid-19,” ujar Rudy kepada wartawan, Selasa (22/12).
Dengan peningkatan kasus positif Covid-19 di wilayah selatan, pihaknya terus melakukan antisipasi, salah satunya dalam penanganan pasien yang menjalani isolasi.

“Kita siapkan makanan untuk pasien yang diisolasi. Anggaran makan untuk satu pasien ini Rp 95 ribu per hari untuk tiga kali makan. Ini sudah kewajiban untuk memberi asupan bagi yang melakukan isolasi,” ujarnya.

Rudy menerangkan saat ini pasien positif Covid-19 di wilayah selatan Garut dilakukan isolasi di Puskesmas Pameungpeuk, Cikelet dan RSUD Pameungpeuk. Jika situasi di wilayah Garut Selatan semakin memburuk, lanjutnya, pemkab akan menyiapkan beberapa tempat yang akan digunakan sebagai rumah sakit darurat Covid 19.

Baca juga : Kasus Covid-19 Meningkat, Jam Operasional Usaha di Garut Dibatasi

“Kami akan menyiapkan beberapa tempat sebagai rumah sakit darurat di wilayah Garut Selatan. Ini harus segera dibentuk karena kondisi yang sekarang ini. Jika ada yang mempunyai gejala sangat kronis bisa ditangani di rumah sakit darurat atau Rumah Sakit Pameungpeuk,” katanya.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita menambahkan jumlah kasus pasien positif di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan cukup signifikan.

Berdasarkan data dari Sub Devisi Pencegahan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 hingga Selasa (22/12) pukul 14.30, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Garut sudah menembus angka 3.444 kasus. Jumlah tersebut terdiri dari 1.410 kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 1.942 Kasus sembuh dan 92 kasus meninggal.

Yeni menuturkan ancaman penularan virus Covid-19 di keluarga semakin meningkat.

Klaster keluarga ini merupakan penularan virus dari salah satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya, sehingga upaya pencegahan menjadi sangat penting dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri.

“Upaya pencegahan penularan virus (klaster keluarga) bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.