Kasus Covid-19 di Kota Banjar Meningkat, Tenaga Medis Kedodoran

54
0
Jadi saat ini kami memaksimalkan tenaga medis dokter dan perawat yang ada, jumlahnya sekitar 17 orang. Itu juga diperbantukan dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Banjar.” Andi Bastian Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar
Jadi saat ini kami memaksimalkan tenaga medis dokter dan perawat yang ada, jumlahnya sekitar 17 orang. Itu juga diperbantukan dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Banjar.” Andi Bastian Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar
Loading...

BANJAR – Tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Namun jumlahnya di Kota Banjar tidak sebanding dengan pasien yang terinfeksi virus corona. Seperti yang dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjjar Agus Nugraha.

“Peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 memang sangat banyak dibanding awal-awal, sebab saat ini seiring dengan banyaknya swab test hasil tracking yang dilakukan gugus tugas kepada orang-orang yang telah kontak erat dengan orang yang terinfeksi sebelumnya. Namun memang jumlah kasus ini tidak sebanding dengan keberadaan tenaga medis yang ada di Kota Banjar,” kata Agus, kemarin.

Tenaga medis yang jumlahnya membutuhkan penambahan yakni di RS Asih Husada Langensari. Rumah sakit itu dijdikan tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala hingga yang mengalami gejala ringan. Di RS tersebut pasien yang diisolasi bisa menampung hingga sebanyak 29 orang.

Saat ini, kondisinya penuh. Sementara jumlah tenaga medis, baik dokter maupun perawatnya sebanyak 17 orang.

“Jadi saat ini kami memaksimalkan tenaga medis dokter dan perawat yang ada, jumlahnya sekitar 17 orang. Itu juga diperbantukan dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Banjar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Andi Bastian.

loading...

Baca juga : Terpapar Covid-19, ASN Dispora Kota Banjar Meninggal, Total PNS Positif 24 orang

Andi mengatakan masyarakat harus betul-betul menjaga kesehatan dan menerapkan 3M agar tidak terpapar Covid-19. Sebab dengan tenaga medis terbatas, ia khawatir upaya maksimal yang sudah dilakukan dalam menangani pasien Covid-19 semakin berat jika jumlahnya terus bertambah.

“Kalau obrolan kami di grup dokter, dalam mencegah Covid-19 ini kami lebih baik disebut lebai daripada kami lalai. Untuk itu salah satu upaya untuk mencegah terpaparnya virus Covid-19 itu dengan cara menggunakan masker,” katanya.

“Penggunaan masker juga jangan asal pilih, infeksi Covid-19 bisa dengan mudah juga jika kita menggunakan masker yang salah. Artinya bahan masker yang kita pakai itu tidak aman, contoh bahan kain dan scuba, itu tidak aman,” tambahnya.

Gunakan masker dengan bahan aman secara medis seperti N95 atau masker yang direkomendasikan kesehatan yang aman untuk mencegah paparan Covid-19. “Pemilihan masker juga sangat penting supaya kita benar-benar aman,” tegasnya. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.