Kasus Covid-19 Klaster Hajatan di Puwaharja Kota Banjar Terus Bertambah, 15 Orang Positif

35
0
Loading...

BANJAR – Angka kasus positif Covid-19 di Kota Banjar meningkat drastis. Kemarin, terdapat penambahan sebanyak 19 kasus. Mereka disinyalir terpapar dari pasien positif Covid-19 sebelumnya dari klaster hajatan (pesta pernikahan).

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Banjar H Agus Nugraha membenarkan hal itu. Ada penambahan ada 19 orang dan kebanyakan dari klaster hajatan di Kelurahan Purwaharja sebanyak 15 orang dan sisanya klaster campuran.

“Iya betul ada penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Banjar hari ini (kemarin, Red),” kata dia kepada wartawan.

Menurut dia, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster hajatan satu diantaranya bocah inisial AZ (7), sisanya dewasa NH (28), T (20), SA (17), YW (45), T (38), U (62), SN (31), ES (30), HN (61), NL (31), RP (25) jenis kelamin perempuan.

Selanjutnya SS (65), IS (41), AS (21) laki-laki. Klaster campuran inisial FN (13) perempuan, RI (15), AR (46), K (65) laki-laki.

Loading...

Baca juga : Usai Swab Test, Jubir Tim Covid-19 Kota Banjar Langsung Isolasi & WFH

Sementara itu, dia menyebutkan bahwa terkonfirmasi aktif saat ini mencapai 79 orang, sembuh atau selesai isolasi 292, dan meninggal dunia masih tetap 11 orang.

“Kita tak henti-hentinya menyadarkan masyarakat agar patuh menerapkan protokol kesehatan. Kan kalau abai dan kendor seperti ini dampaknya,” tegasnya.

Koordinator Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjar Edi Herdianto SSos mengakui satgas mengeluarkan izin hanya untuk akad nikah saja yang dihadiri maksimal 20 orang dari kedua mempelai pengantin.

“Untuk resepsi dan hiburan kita tidak mengizinkan. Jika terlaksana itu tanggung jawab mereka, dan siap-siap dibubarkan oleh tim penindak dan satgas kelurahan dan kecamatan setempat,” tandasnya.

Dikatakan dia, setiap ada yang mengusulkan izin untuk pernikahan, tim penindak dari petugas gabungan TNI Polri, Satpol PP melakukan monitoring sesuai tidak dan menerapkan protokol kesehatan tidak. Jika ternyata tidak sesuai izin dan tidak menerapkan protokol kesehatan, maka petugas terpaksa membubarkan.

Ke depannya pihaknya pun akan lebih selektif lagi dalam mengeluarkan izin nikahan (akad nikah). “Tidak mau sampai kecolongan lagi, terlebih banyak yang positif Covid-19 dari klaster hajatan,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.