Kasus Covid-19 Klaster Pesantren di Kota Tasik Terus Bertambah

158
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi test Covid-19

KOTA TASIK – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari lingkungan pesantren di Kota Tasik masih mengalami penambahan.

Hingga Minggu (13/12) sore, setidaknya terdapat lebih dari 300 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari salah satu lingkungan pesantren di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat mengatakan, tejadi penambahan kasus dari lingkungan pesantren itu.

Kasus di pesantren itu semula berada di angka 200-an kasus, tapi kemudian menembus angka 300 kasus.

“Tapi sudah ada yang dipulangkan 200 lebih, sudah dinyatakan sehat. Itu bentuk tanggung jawab pesantren menanggulangi yang positif sebelum pulang,” katanya kepada wartawan.

Para santri yang telah sehat itu, terang Uus, dipulangkan ke rumah masing-masing lantaran saat ini sudah memasuki masa liburan di pesantren.

Karenanya, kegiatan belajar di pesantren umumnya sudah berhenti, meski masih ada beberapa santri yang bertahan karena berbagai alasan.

Untuk mengantisipasi kemunculan klaster pesantren usai masa liburan, Uus menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasik akan melakukan skrining kepada para santri saat kembali ke pesantren.

“Kita akan seperti dulu, melakukan skrining saat nanti kegiatan berjalan,” terangnya.

Selain itu, pihak pesantren akan kembali diingatkan agar memperketat mobilisasi orang saat kegiatan berjalan.

Sebab, hal itu dapat berpotensi menimbulkan klaster penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren.

“Kita sebenarnya sudah sempat imbau pesantren tak mengizinkan pulang santri saat kegiatan di pesantren berjalan. Namun nyatanya itu tak mudah dilakukan karena banyak hal,” tambahnya.

Uus mengimbau para pengurus pesantren untuk harus benar-benar menaati imbauan yang diberikan pemerintah.

Termasuk memperketat lalu lintas orang yang keluar-masuk lingkungan pesantren.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.