Kasus Covid-19 Melonjak, Ruang Isolasi RSUD Garut Penuh

301
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

TAROGONG KIDUL – Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatakan. Akibatnya, ruang isolasi dan perawatan pasien positif Covid-19 di RSUD dr Slamet Garut hampir penuh.

“Dari 100 tempat tidur yang tersedia, 96 diantaranya sudah terisi oleh pasien positif Covid-19,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Slamet Garut dr Zaini Abdillah kepada wartawan, Rabu (25/11).

Menurut dia, dari 96 tempat tidur yang sudah terisi, 90 tempat tidur di antaranya digunakan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19, lima tempat untuk pasien suspek dan satu untuk kontak erat pasien.

“Artinya, sudah hampir penuh. Itu bisa terus melonjak, karena RSUD dr Slamet ini merupakan rumah sakit rujukan di Garut,” katanya.

Menurut dia, dalam beberapa pekan ke belakang terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang cukup signifikan di Kabupaten Garut. Setiap harinya, penambahan kasus terkonfirmasi selalu di angka puluhan. Hal itu yang membuat ruang isolasi di RSUD dr Slamet hampir terisi penuh.

Ia menjelaskan pasien Covid-19 yang diprioritaskan dirawat di RSUD dr Slamet adalah yang memiliki gejala. Sebab, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia di rumah sakit tersebut dinilai sudah baik untuk penanganan Covid-19.

Sementara pasien tidak bergejala akan ditempatkan di rumah sakit darurat, baik Klinik Medina atau Gedung KB Kabupaten Garut.

“Namun, jumlah pasien di Klinik Medina juga terus bertambah. Terakhir ada 174 pasien dari kapasitas 280 tempat tidur. Mungkin itu akan terus bertambah,” terangnya.

Zaini mengatakan terus melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut untuk mengatasi penuhnya ruang isolasi di rumah sakit. Sebab, RSUD dr Slamet tak bisa serta merta melakukan penambahan ruang isolasi.

Ia menjelaskan RSUD dr Slamet statusnya hanya sebagai rumah sakit rujukan, bukan merupakan rumah sakit khusus penanganan Covid-19. Artinya, pelayanan kesehatan di luar kasus Covid-19 juga harus tetap berjalan.

“Kita juga memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan di luar pandemi Covid-19. Penambahan kapasitas tempat tidur, kita harus memperhitungkan agar pelayanan lain tetap terlaksana,” terangnya.

Baca juga : DLH Garut Fokus Atasi Masalah Sampah

Zaini mengatakan hingga saat ini pelayanan kepada pasien Covid-19 dan pasien lainnya di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut masih berjalan dengan baik. Sebab, selain terjadi penambahan pasien, terdapat pula pasien yang selesai menjalani isolasi.

Ia menyebut saat ini rata-rata pasien telah boleh kembali pulang setelah menjalani isolasi selama 10 hari di rumah sakit jika tak memiliki gejala. Namun, khusus untuk pasien dengan penyakit bawaan (komorbid), ditangani hingga penyakitnya sembuh dan harus menjalani isolasi tambahan selama tiga hari.

Menurut dia, sejauh ini pelayanan kepada pasien Covid-19 masih bisa berjalan maksimal.

Meski begitu, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan agar kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut tak terus mengalami peningkatan. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.