Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Tasik Rencanakan Pembatasan Sosial

252
0
MENJELASKAN. Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasik Mohamad Zen diwawancarai soal perkembangan virus corona, Rabu (30/9). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas peningkatan kasus virus corona, Senin (23/11).

Dalam rakor tersebut dibahas tentang rencana penerapan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK) dengan menentukan titik lokasi kerawanan penyebaran Covid-19 di tingkat kecamatan sampai ke desa.

Termasuk pelaksanaan karantina terpusat dengan menyiapkan tempat atau gedung untuk isolasi pasien Covid-19 seperti di wisma haji dan mes pemda di Kecamatan Cipatujah serta penambahan ruang perawatan dan isolasi di RSUD SMC.

Sejauh ini, SMC sudah mengubah gedung VIP perawatan pasien di rumah sakit menjadi 24 kamar ruang isolasi mandiri bagi pasien terpapar Covid-19 karena terjadinya overload.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Dr Mohamad Zen mengatakan, hasil rapat koordinasi diketahui bahwa kondisi penyebaran pandemi Covid-19 dengan risiko tinggi. “Sehingga kita melakukan beberapa hal.

Loading...

Di antaranya mengidentifikasi titik-titik yang rawan penyebaran. Setelah rapat koordinasi ini diputuskan nanti ada Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK),” terang Zen.

Zen mencotohkan, pemberlakuan PSMBK ini, seperti ketika ada yang terpapar Covid-19 di salah satu pesantren, maka akan diberlakukan secara utuh. Kemudian bisa dilaksanakan di lingkungan masyarakat berbasis RT.

“Dari hasil rapat koordinasi, ada sekitar 34 titik di 20 kecamatan yang masuk rawan. Kita masih pelajari, jadi ketika sudah ada di satu titik yang di-tracking kemudian tidak ada yang terpapar, maka tidak akan berlanjut atau PSBMK ini,” ujarnya.

Akan tetapi, jelas dia, ketika ada satu titik dilaksanakan tracking, kemudian ada yang terpapar satu sampai empat orang, maka PSBMK akan diberlakukan. “Sehingga diketahaui mana yang dianggap paling berisiko tinggi dalam penyebaran Covid-19 ini,” ucapnya.

Dia menambahkan, khusus bagi pasien positif Covid-19 disertai gejala, RSUD SMC menyiapkan dan menambah kembali kapasitas ruangan sebanyak 24 tempat tidur untuk isolasi. Hal itu sebagai upaya antisipasi lonjakan pasien dan yang bergejala ini bisa ditangani cepat dengan baik.

“Seperti kemarin, ada satu orang yang meninggal dunia akibat Covid-19, warga kita sepulang dari Bandung dan tidak sempat dirawat di ruang isolasi di RSUD SMC, di IGD sudah meninggal. Jadi tidak semua kejadian ada yang meninggal terpaparnya di kabupaten, tetapi di luar daerah,” katanya.

Namun, tambah dia, siapa pun dan dari mana pun, apalagi dari Kabupaten Tasik, tentunya akan ditangani secara cepat dan baik. Dengan menyiapkan penambahan ruangan isolasi dan perawatan pasien Covid-19 di RSUD SMC.

“Sampai Senin (23/11) ini wisma haji ini sudah terisi oleh 16 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Selain wisma haji, kita pun menyiapkan seluruh puskesmas yang memiliki ruang rawat inaf misalnya mes pemda di Cipatujah,” kata dia.

“Kami minta masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan dan menganggap bahwa aman dari penyebaran dan penularan Covid-19, karena kondisi di Kabupaten Tasik ini masih dalam kondisi justru meningkat kasusnya dengan resiko penularan yang cukup tinggi,” katanya, menambahkan.

Direktur Utama (Dirut) RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dr Iman Firmansyah mengatakan, Kabupaten Tasikmalaya sudah ditetapkan menjadi zona merah dengan risiko penularan tinggi, dengan adanya peningkatan kasus pasien terpapar Covid-19, bahkan sudah banyak yang dirujuk ke RSUD SMC.

“Kapasitas kami untuk ruang isolasi itu ada 24 tempat tidur, bahkan sempat terisi semua, termasuk ruang ICU, karena rumah sakit menjadi garda terdepan, ketika over kapasitas maka rumah sakit melakukan penambahan ruang perawatan dan isolasi lagi,” ungkap Iman.

Maka dari itu, terang dia, karena terjadi overload pihak RSUD SMC menambah ruangan isolasi baru dengan menutup salah satunya gedung pelayanan VIP, jadi ditiadakan dijadikan ruang isolasi sebanyak 24 ruang baru atau tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19.

Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya dr Reti Zia Dewi menambahkan, bahwa sampai November ini ada jumlah peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tasik sebanyak 44 orang.

“Sebanyak 11 orang yang positif terpapar Covid-19 dirawat di RSUD SMC, sementara sisanya isolasi mandiri atau karantina sebagian ada di wisma haji dan di rumah. Termasuk ada empat ASN di lingkungan Pemkab Tasik yang positif Covid-19,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.