Kasus Covid-19 Menyebar ke 38 Kecamatan di Garut

669
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

GARUT KOTA – Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Selain jumlah kasus positif yang terus meningkat, wilayah yang terpapar Covid-19 juga meluas.

Dari 42 kecamatan yang ada di Garut, 38 kecamatan di antaranya sudah terpapar atau dengan kata lain, hanya tinggal empat kecamatan saja yang masih terbilang aman.

“Sebelumnya ada 10 kecamatan yang masih aman (penyebaran Covid-19), tetapi sekarang tinggal 4 kecamatan,” ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita kepada wartawan, Jumat (20/11).

Yeni mengatakan empat kecamatan di Kabupaten Garut yang saat ini masih masuk zona hijau adalah Kecamatan Mekarmukti, Pameungpeuk, Peundeuy, dan Cihurip. Empat kecamatan tersebut dikatakan aman karena sampai saat ini tidak ada masyarakatnya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Untuk wilayah lain yang masuk zona merah dan kuning itu banyak masyarakatnya terpapar,” terangnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Garut sampai Kamis (19/11) terdapat penambahan 42 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut berjumlah 1.378 orang.

Sebanyak 487 orang masih menjalani isolasi di rumah sakit, satu orang isolasi mandiri, 865 orang sembuh, dan 25 orang meninggal dunia.

Yeni mengatakan, selain jumlah kasus yang tinggi, jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh juga meningkat. “Dari total kasus positif sebanyak 1.378 orang, 865 di antaranya atau mencapai 65 persen berhasil disembuhkan,” katanya.

Saat ini, kata dia, klaster keluarga paling dominan dalam penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut. Oleh karena itu, ia meminta agar penerapan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca juga : Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Pemkab Garut Bentuk Satgas Hingga Tingkat RW

Dalam pencegahan penularan Covid-19, saat ini tim gugus tugas terus melakukan upaya guna menangani dan mencegah penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Selain tracing dan tracking, petugas juga terus melakanakan swab test terhadap mereka yang diduga telah melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

ACARA HAJATAN DIBATASI
Bupati Garut H Rudy Gunawan menegaskan Pemkab Garut membatasi semua kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak, termasuk pesta pernikahan.

“Kalau yang mau menikah kami tidak melarang, tetapi acara hajatan itu tidak boleh menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Rudy menyebut tak ingin kerumunan di acara pernikahan menjadi klaster baru. Penyelenggara pernikahan harus sanggup tak membuat kerumunan. “Tidak dilarang (pernikahan), hanya tidak boleh ada kerumunan. Harus ada pengaturan soal tamu yang datang,” ucapnya.

Satpol PP akan dikerahkan untuk berpatroli memantau hajatan pernikahan. Pihaknya akan menindak tegas jika ditemukan kerumunan di acara pernikahan. Hal itu sesuai dengan pembatasan yang tengah diterapkan.

Pihaknya khawatir, protokol kesehatan di resepsi pernikahan tak dijalankan dengan baik. Penyelenggara bisa mengatur jadwal tamu yang akan datang ke pesta pernikahan.

“Jam kedatangannya diatur. Biar tidak ada antrean. Kita semua sama-sama jaga protokol kesehatan biar kasus (Covid-19) tidak semakin banyak,” ujarnya.

Tak hanya acara pernikahan. Pembatasan juga akan diterapkan di tempat-tempat pertemuan. Kapasitas tempat pertemuan hanya boleh diisi setengahnya.

“Kayak di pendopo sekarang cuma boleh 150 orang. Biasanya kan bisa sampai 400. Pokoknya cuma boleh 50 persen maksimal. Kalau lebih akan dibubarkan,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.