Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

Kasus Covid-19 Naik, Cafe di Kota Tasik Langgar Lagi Jam Operasional

1669
0
radartasikmalaya.com
Tim Gugus Tugas Kota Tasik saat mendata pelanggar protokol kesehatan di salah satu cafe, Jumat (11/09) malam istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya kembali meningkat dengan melonjaknya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif.

Apalagi kemarin Jumat (11/09), dalam sehari diketahui terjadi penambahan 4 pasien positif.

Di saat kondisi seperti itu, para pelanggar porotokol kesehatan pun terus meningkat.

Selain pelanggar warga tak pakai masker, cafe-cafe pun mulai kembali membandel dengan melanggar jam tutup operasional.

Seperti semalam Tim Gugus Tugas kembali bergerak melakukan patroli.

Hasilnya, mereka menutup 4 cafe, sebuah warung makan dan membubarkan kerumunan klub mobil di jalan HZ Mustofa.

Khususnya cafe, ada salah satu tempat nongkrong anak muda itu yang ditutup hingga 4 hari karena saat kedapatan menyimpan ratusan botol minuman (Miras) dalam keadaan kosong.

“Iya memang benar, ada cafe yang menyimpan ratusan botol miras tapi kosong tak ada isinya. Entah buat apaan botol miras kosong itu,” ujar Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Tasik, Yogi Subarkah kepada radartasikmalaya.com, Sabtu (12/09) siang.

Terang dia, cafe yang berada di Jalan Siliwangi, Tawang itu akhirnya diberikan sanksi penutupan sementara selama 3 hari dan tak dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

“Karena memang tak ada isi mirasnya. Jadi dikenakan sanksi pelanggaran jam operasional karena masih buka hingga lebih dari jam 22.30 WIB dan tutup sementara 3 hari,” terangnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Padal III Tim Gugus Tugas, Ipda Ipan Faisal. Dia menuturkan, dari cafe tersebut pihaknya mengamankan 112 botol miras kosong.

“Rinciannta 15 botol Anggur Merah, 5 botol Anggur Putih, 8 botol Singaraja, 2 botol Smirnoff Vodka, 2 botol Black Label, 5 botol Bir Bintang dan 75 botol Anggur. Tapi kosong semua ga ada isinya,” tuturnya.

Jelas dia, akhirnya cafe itu disegel dan ditutup sementara. Pemiliknya diharuskan membuat surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya.

“Jadi kita lakukan itu untuk memberikan rasa Aman dan nyaman di saat pandemi Covid. Dan kami memang awalnya bergerak patroli protokol kesehatan tapi ya mendapati itu,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.