Kasus Covid-19 Naik, Pemab Garut Tambah Ruang Perawatan

27
0
istimewa MEMANTAU. Bupati Garut H Rudy Gunawan saat memantau ruang perawatan di RSUD dr Slamet Garut Senin (25/1).
Loading...

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut menambah ruang perawatan dan tempat isolasi pasien Covid-19 di RSUD dr Slamet. Penambahan fasilitas penanganan pasien Covid-19 dilakukan sebagai peningkatan pelayanan di rumah sakit.

“Sekarang ini ada 100 ruangan perawatan baru, 20 diantaranya ruang perawatan intensif yang dilengkapi alat-alat canggih,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan usai memantau ruang perawatan di RSUD dr Slamet Garut, Senin (25/1).

Rudy menerangkan ruangan perawatan intensif ini untuk penanganan pasien positif Covid-19 yang memiliki gejala berat. Dengan adanya ruangan, diharapkan kasus kematian pasien positif Covid-19 terus ditekan.

“Ini sebagai upaya saja (menekan angka kematian) yang menentukan itu yang maha kuasa,” ujarnya.

Baca juga : Lansia Warga Bayongbong Garut Tinggal di Gubuk Nyaris Ambruk

loading...

Dengan adanya penambahan 100 ruangan perawatan, kata dia, maka tempat perawatan yang tadinya ada 100 bed (kasur) menjadi 200 bed untuk pasien Covid-19.

“Kita menaikkan tempat perawatan, karena kami tidak ingin mengambil risiko. Jadi yang dirujuk kesini itu adalah yang benar-benar mempunyai gejala berat,” ungkapnya.

Bupati menyebutkan telah menyiapkan ICU (Intensive Care Unit) untuk pasien Covid-19 yang sedang dalam kondisi darurat.

“Kita menyiapkan ICU untuk 20 (pasien), 10 persennya adalah yang benar-benar dalam kondisi yang sangat gawat kita menggunakan peralatan-peralatan yang sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan,” tutur Rudy.

Penambahan fasilitas ini, kata dia, menghabiskan dana kurang lebih Rp 6 miliar termasuk pembelian obat yang harganya sekitar Rp 7,5 juta.

“Ini dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) menggunakan e-catalogue UPTD ( Unit Pelaksana Teknis Daerah) nilainya Rp 6 miliar. Rp 6 miliar itu pembelian sesuatu yang terdiri, banyak lah termasuk obat yang (harganya) Rp 7,5 (juta),” kata Rudy.

Tak hanya RSUD dr Slamet, lanjut Rudy, ada juga rumah sakit lain yang digunakan sebagai rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 yang memiliki gejala.

“Kita masih ada empat rumah sakit lagi, Intan Husada kemudian Annisa Queen, Nurhayati dan satu lagi adalah Guntur jadi kita ada lima. Kalau misalnya Medina dan Rusun itu namanya rumah sakit darurat bagi mereka isolasi yang disiapkan oleh pemerintah daerah,” terangnya.

Direktur RUSD dr Slamet Husodo Dewo Adi mengatakan penambahan 100 tempat perawatan pasien Covid-19 di dua ruangan di RSUD dr Slamet. “Kita mengalihfungsikan dua ruangan, namanya Ruangan Kalimaya dan Ruangan Permata,” katanya.

Husodo menyebutkan ruangan tersebut nantinya bisa ditempati sekitar 200 pasien Covid-19. “Mudah-mudahan bisa menyerap dua ratus bed. Ruangan ini awalnya ruangan biasa, kami alih fungsikan menjadi ruangan khusus Covid,” ucapnya.

Husodo menjelaskan pelayanan di RSUD dr Slamet hanya menerima pasien non-Covid yang kritis dan butuh penanganan intensif. “Yang tidak gawat, kita tolak. Kita alihkan ke puskesmas atau rawat jalan,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.