Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Banjar Siapkan Lagi GBP Tempat Isolasi Pasien

80
0
DISIAPKAN. Gelora Banjar Patroman akan diaktifkan lagi menjadi tempat isolasi jika angka kasus positif Covid-19 di Kota Banjar terus bertambah. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Semakin meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di Kota Banjar saat ini, membuat pemerintah merencanakan mengaktifkan kembali Gelora Banjar Patroman (GBP) menjadi tempat isolasi.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana sekaligus Wakil Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Itu baru wacana sebagai antisipasi, berdasarkan hasil rapat koordinasi penanganan Covid-19 Kota Banjar dengan Forkopimda kemarin,” ujar dia kepada wartawan, Kamis (19/11).

Nana menjelaskan, rencana penggunaan GBP menjadi tempat isolasi Covid, karena perkembangan kasus positif corona di Kota Banjar terus meningkat. Ditambah daya tampung untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di rumah sakit sudah tidak mencukupi lagi.

“Jika terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Banjar terus bertambah lagi, mau tidak mau kita aktifkan Gelora Banjar Patroman sebagai lokasi isolasi, yang sebelumnya tempat karantina,” tandasnya.

Baca juga : Banyak Santriwati di Kota Banjar yang Positif Covid-19

Meski secara umum angka kasus positif Covid-19 di Kota Banjar saat ini naik di atas 132 orang, jumlah pasien yang sembuh atau selesai isolasi pun ikut naik. Tentu ini berimbang, sehingga penggunaan atau pengaktifan GBP dirasa saat ini masih belum perlu.

Tingginya kasus positif Covid-19 di Kota Banjar saat ini, kata Nana, bukan oleh transmisi lokal. Tapi jauh sebelumnya dampak migrasi virus dari luar daerah yang dibawa oleh orang lain.

Sementara virusnya tersebut ditinggal, sehingga menular ke masyarakat.

“Cara menanggulangi wabah Covid-19 sekarang agak beda, karena penyebarannya sudah di tengah-tengah masyarakat. Meski begitu, kita terus bergerak,” jelasnya.

Nana menekankan salah satu cara agar terhindar dari penularan virus corona harus tetap patuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun (3 M). Meski rencana ada denda atau tidak.

“Itu kembali lagi ke masyarakat, patuh atau tidak. Jika patuh maka tidak perlu di denda. Mari jaga diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal dari bahaya virus corona,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.