Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Tempat Pertemuan di Garut Dibatasi

83
0
MENJELASKAN. Bupati Garut H Rudy Gunawan saat diwawancara. Bupati menyebut akan membatasi tempat-tempat pertemuan. yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan membatasi tempat-tempat pertemuan di Kabupaten Garut. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 yang saat ini terus mengalami peningkatan signifikan.

“Pembatasan tempat pertemuan ini juga merupakan instruksi dari Kementerian Dalam Negeri dan jajarannya,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan, Rabu (18/11).

“Semua tempat pertemuan akan dibatasi. Karena ini ada hal-hal tegas yang diberikan Menteri Dalam Negeri, dan panglima TNI beserta kapolri,” tambahnya.

Selain pembatasan aktivitas, pihaknya juga terus melakukan tracing dan tracking terhadap masyarakat yang kontak erat maupun yang berada di wilayah terdapat kasus positif. “Tracking dan tracing terus dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan positif Covid-19 di Garut saat ini sudah tembus 1.300 kasus. Penyebarannya pun sudah hampir merata ke sejumlah daerah.

Baca juga : Diguyur Hujan Deras, Rumah Warga Kampung Citangu Garut Ambruk

Dari data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, konfirmasi positif Covid-19 mencapai 1.303 kasus. Sebanyak 491 orang menjalani isolasi di rumah sakit. “Jumlah positif kian hari terus bertambah. Sebanyak 25 orang meninggal dunia. Swab test juga terus dilakukan,” ucapnya.

Dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut, penyebaran virus corona sudah terjadi di 38 daerah. Hanya empat kecamatan yang statusnya masih aman. Padahal bulan lalu, lebih dari 10 kecamatan di Garut masuk zona hijau.

“Empat kecamatan yang belum tersentuh corona yakni Kecamatan Mekarmukti, Pameungpeuk, Peundeuy, dan Cihurip,” katanya.

Dari jumlah kasus positif, mayoritas pasien di Garut berhasil sembuh. Total, ada 787 penderita yang berhasil sembuh atau lebih dari 60 persen. “Klaster keluarga yang paling dominan. Makanya kami terus ingatkan protokol kesehatan,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.