Kasus HIV di Kota Banjar Tambah Banyak

104
0
JELASKAN. Ketua harian KPA Kota Banjar H Nana Suryana diwawancarai di Lapang Tenis Pendopo Kota Banjar kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
JELASKAN. Ketua harian KPA Kota Banjar H Nana Suryana diwawancarai di Lapang Tenis Pendopo Kota Banjar kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Orang yang terinfeksi humman immunodeficiency virus (HIV) di Kota Banjar mengalami peningkatan. Hal itu dikatakan Ketua harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar H Nana Suryana.

Nana mengatakan kasus HIV di Kota Banjar tahun ini meningkat jika dibanding tahun sebelumnya.

“Dalam menangani kasus ini harus kerja bareng dari semua stakeholder. Karena saat ini musuhnya sama-sama tidak kelihatan, maka harus diwaspadai penyebarannya,” ujar dia, Selasa (1/12) usai penyaluran JPS dan bantuan ke rekan media di Lapang Tenis Pendopo Kota Banjar.

Diakuinya, anggaran untuk penanganan kasus HIV saat ini masih kecil. Dia berharap kedepannya bisa lebih besar. Karena dampak dan pengaruhnya cukup besar, lantaran tidak ada obatnya.

“Sekarang yang kita lakukan yakni mencegah penyebaran semakin banyak. Salah satunya mengetahui peta sebaran dimana saja titik penukaran HIV muncul,” tandasnya.

Baca juga : AWAS OTG.. Kasus Positif Corona di Kota Banjar Terus Meningkat

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banjar H Budi Hendrawan Skep, MAP menambahkan kasus HIV hampir setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun 2019, terdata sebanyak 48 kasus HIV. Sedangkan tahun 2020 mencapai sebanyak 66 kasus HIV.

“Ya tahun ini ada peningkatan 18 kasus HIV di Kota Banjar dari berbagai kalangan dan usia,” bebernya.

Menurut dia, jumlah kumulatif kasus HIV di Kota Banjar sejak 2013 sampai 2020 mencapai 335 kasus. Laki-laki 242 orang dan perempuan 93 orang. Asal Banjar ada 118 orang dan luar Banjar sebanyak 217 orang.

Diakuinya, peningkatan jumlah kasus HIV di Kota Banjar kebanyakan dari luar daerah. Mereka berobat di Kota Banjar karena malu di daerahnya sendiri. Kalangan paling banyak dari LSL, yakni sebanyak 168 orang.

“Dari data di atas, ada dua balita terinfeksi HIV pada tahun 2019, dan keduanya juga sudah meninggal dunia. Keduanya tertular sejak masih dalam kandungan ibunya,” jelasnya.

Maka dari itu, jelas dia, saat ini pemerintah melakukan pemeriksaan HIV terhadap ibu hamil. Agar ketika bayi yang dilahirkan tidak terinfeksi HIV.

“Jumlah ibu hamil di Kota Banjar sebanyak 2.718. Dan yang sudah diperiksa HIV baru 2.201 atau sekitar 80 persen. Target bulan Desember ini semua bumil diperiksa,” pungkasnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.