MUI Meminta Pelaku Cabul Dihukum Berat

Kasus Kekerasan Seksual Harus Jadi Perhatian Serius

49
0
Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng
Loading...

TAROGONG KIDUL – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh orang terdekat harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Menurut Rektor Universitas Garut Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng, tindakan asusila tersebut bisa jadi meluas kalau tidak ada pencegahan.

“Kasus ini bisa menjadi fenomena gunung es. Jadi harus ada perhatian serius dari pemerintah,” ujar dia kepada Rakyat Garut, Rabu (17/7). Pemerintah kabupaten, kata dia, harus mengkaji lebih dalam kasus asusila yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya.

Pihaknya menilai tindakan asusila tersebut masih dianggap tabu dan aib oleh sebagian masyarakat, sehingga memilih untuk diam dan tidak mau melapor kepada aparat kepolisian. “Ini yang harus dipecahkan oleh pemerintah, supaya kejadian seperti ini tidak terus muncul,” katanya.

Kata dia, salah satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah dalam meminimalisir tindakan asusila tersebut, yakni gencar melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, tentang pentingnya kepedulian terhadap tetangganya. “Jadi masyarakat didorong untuk lebih peduli dengan tetangga di sekitarnya. Sehingga ketika ada kejadian bisa langsung diantisipasi atau dilaporkan,” katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah kabupaten juga wajib menyekat pemicu adanya tindakan asusila. Seperti keberadaan situs porno yang saat ini masih gampang diakses serta perlu peningkatan pendidikan agama di masyarakat. “Masalah ekonomi juga bisa jadi pemicunya, jadi kesejahteran masyarakat harus diperhatikan juga oleh pe­merintah,” katanya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut KH Sirodjul Munir mengaku tercengang dengan tiga kejadian pencabulan yang dilakukan ayah kepada anaknya. Menurut dia, kejadian ini merupakan kasus luar biasa yang perlu ada perhatian serius dari semua pihak.

“Ini tindakan keji dan menjijikan juga. Tindakan perzinahan, apalagi dilakukan kepada anak kandung itu sudah melanggar berbagai norma dan dilarang juga,” ujarnya.

Loading...

Dia meminta kepada aparat kepolisian memberikan hukuman berat kepada para pelaku inses. Dia menilai itu merupakan tindakan keji kepada anaknya sendiri. “Hukumannya harus berat kepada para pelaku inses ini,” katanya. Ceng Munir –sapaan akrab KH Sirodjul Munir–pun akan mendatangi Polres Garut. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.