Kasus Kepsek Masuk Pidana Murni

180
0
Loading...

BANJAR – Kasus MS, oknum kepala sekolah (kepsek) yang diduga melakukan kekerasan terhadap siswanya memasuki babak baru.

Kapolres Banjar AKBP Matrius mengatakan kasus MS masuk pidana murni.

Kapolres mengatakan meskipun kedua pihak yakni terlapor atau pun pelapor melakukan islah, polisi akan terus memproses hingga penyidikan selesai.

“Saat ini sudah masuk proses penyidikan. Proses hukum tetap kita lanjutkan karena ini masuk pidana murni,” kata Matrius di halaman Mako Polres Banjar Selasa (1/5).

Meski demikian, terlapor bisa lepas dari jeratan hukum jika upaya islah.

Loading...

“Begini mas, sekarang kasus ini kan pidana murni, namun akan kita lihat apakah kedua belah pihak telah mendapat keadilan untuk itu. Kita lihat juga apakah ada efek deteren-nya. Kalau memang kedua belah pihak merasa sudah mendapatkan keadilan dan mereka (pelapor dan terlapor) ingin berdamai makan akan kita lihat juga dampak yang dialami korban,” kata Matrius.

Ia mengatakan untuk pemanggilan MS masih menunggu hasil visum dokter.

“Hingga saat ini hasil visum masih kita tunggu, agak lama karena dokter yang menangani ini tidak di tempat,” katanya.

AKAN DILAPORKAN KE BKD JABAR

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Wilayah XIII (Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran) telah memanggil MS pekan lalu.

Hasil wawancara dan pemeriksaan terhadap MS akan dilaporkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat. Laporan disampaikan ketika proses hukum di polisi selesai.

“Kami sudah memanggil MS. Dia datang langsung ke kantor saya. Kita wawancara, kita tanya kronologisnya. Hasil pemeriksaan kita akan laporkan ke BKD. Kita prosedurnya sudah memanggil yang bersangkutan dan memeriksanya,” kata Kepala Cabang Dinas wilayah XIII Muhamad Suryasah.

Ia menceritakan saat pemeriksaan MS mengaku memukul siswa menggunakan sepatu hanya pada bagian kaki kiri saja, tidak ke bagian kepala siswa.

“Kata dia (MS), memukulnya hanya pada bagian kaki kiri siswa. Itupun untuk mendidik siswa supaya tidak kesiangan lagi. Yang ke kepala itu tidak benar, apalagi kekerasan yang dilaporkan ke polisi itu salah. Itu menurut pengakuannya kepada kami,” ungkap Suryasah. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.