Kasus Ketua Koni Kota Tasik Nunggu P21, Pengurus Siapkan Plt

77
0
?????????????????????????????????????????????????????????

TASIK – Kasus penyalahgunaan anggaran yang membuat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya, ES, mendekam di tahanan masih bergulir.

Penyidik Polres Tasikmalaya Kota sudah menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman mengatakan penanganan kasus tersebut masih dalam proses. ES pun masih ditahan di Mapolres selama proses penyidikan.

“Masih proses, tersangka ditahan,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Jumat (13/11).

Saat ini, lanjut AKP Yusuf, berkas perkara kasus ES sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya. Pihaknya, masih menunggu berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap.

“Belum P21, tapi berkas sudah masuk kejaksaan,” jelasnya.
Ketika Kejaksaan sudah menyatakan kasus tersebut sudah P21, maka polisi akan melimpahkan perkara. Selanjutnya proses penyidikan tahap 2 akan ditangani kejaksaan.

Disinggung adakah kendala sehingga kasus tersebut belum P21, dia menyangkalnya. Menurutnya tahapan penanganan kasus sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. “Prosedurnya harus begini, tinggal nunggu P21,” katanya.

Baca juga : Seluruh Pegawai & Anggota DPRD Kota Tasik di-Swab Test Massal, 2 Positif Corona

Sebagaimana diketahui, Ketua KONI Kota Tasikmalaya ES tersandung kasus penyalahgunaan dana hibah tahun anggaran 2018 senilai Rp 1,1 miliar. Dia ditahan oleh Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota pada 26 Oktober 2020.

ES dijerat pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001, perubahan atas perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Terpisah, Humas KONI Kota Tasikmalaya, Harniwan Obech mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan untuk penunjukan Plt Ketua KONI. Hal ini, hasil dari komunikasi dengan KONI Jawa Barat dan Pemerintah Kota Tasikmalaya. “Nanti kita informasikan kalau sudah ditunjuk Plt-nya,” terangnya.

Kasus hukum yang menjerat ES, ditegaskan Obech, tidak begitu berpengaruh pada pembinaan atlet. Proses pelatihan di masing-masing cabor masih berjalan sebagaimana biasanya. “Tetap berjalan normal kalau pelatihan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, kuasa hukum ES, Yogi Muhammad Rahman SH MH mengatakan kliennya memang sedang ditahan oleh kepolisian. Pasal yang disangkakan kepada ES yakni Pasal 1 dan 2 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Iya (ditahan, Red) sekarang sedang diproses,” ungkapnya saat ditemui Radar di tempat kerjanya, kemarin (1/11).

Ditegaskannya, kasus yang dialami kliennya bukan karena ES memperkaya diri sendiri atau orang lain. Akan tetapi, ada dugaan ketidak sesuaian antara pengajuan hibah dengan penggunaannya. “Dananya digunakan untuk kegiatan KONI, bukan memperkaya diri sendiri,” jelasnya.

Nilai yang diduga disalahgunakan pun, lanjut Yogi, tidak sampai pada angka Rp 1,3 miliar. Ada tiga pendanaan yakni Rp 120 juta dan Rp 480 juta untuk pembayaran pinjaman dana talang dan Rp 516 juta dana tunjangan kehormatan. “Totalnya Sekitar Rp 1,135 miliar, bukan Rp 1,3 miliar,” terangnya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan upaya hukum untuk memberikan hak-hak kliennya yang sudah ditetapkan tersangka. Karena pihaknya menilai bahwa ES tidak sepenuhnya bersalah. “Kita akan rencanakan praperadilan, tapi tergantung pada kesiapan klien juga,” terangnya.

Menurutnya, laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana hibah itu pun sudah dilaporkan ke Pemkot. Kliennya tidak menerima komplain atau sejenisnya dari laporan penggunaan dana tersebut.

Jika pada akhirnya kliennya terbukti bersalah, kata Yogi, maka menurutnya bisa jadi warning untuk pihak-pihak tertentu.

Pasalnya, kasus korupsi biasanya tidak dilakukan oleh pelaku tunggal. Terlebih penetapan satu tersangka ini disebutkan polisi baru sementara, berarti ada potensi tersangka tambahan. “Bisa itu internal KONI atau eksternal KONI,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.