Kasus KONI Kota Tasik Nambah 2 Tersangka

1756
0
AKP Yusuf Ruhiman Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota
Loading...

TASIK – Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penanganan terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya. Saat ini, tersangka sudah ditetapkan bertambah dua yang masih merupakan pengurus KONI.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhiman mengaku pihaknya sudah melakukan gelar perkara kasus tersebut. Hasilnya, ada dua pengurus KONI lagi yang terseret dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Belum dilakukan penahanan tapi sudah ditetapkan tersangka,” ujarnya kepada Radar, Rabu (20/1).

Polisi masih terus melakukan pendalaman terkait keterlibatan dua tersangka baru itu. Namun demikian Yusuf belum bisa menyebutkan identitas tersangka. “Yang jelas masih dari KONI,” tuturnya.

Baca juga : Warga Indihiang Bawa Kabur dan Gadaikan Motor Teman, Ditangkap Polisi di Salopa Tasik

loading...

Ketika ditanya lebih lanjut, Yusuf mengaku belum bisa membeberkan kasus secara utuh. Dia meminta waktu untuk menyelesaikan proses penyidikan tahap I. “Nanti setelah masuk ke penyidikan tahap dua ya,” katanya.

Sementara itu, pengacara ES Yogi Muhammad Rahman SH MH mengaku belum mengetahui soal penambahan tersangka. Dia belum diundang lagi oleh penyidik untuk membahas kasus tersebut. “Belum kang, ada lagi gitu?,” singkatnya.

Sebelumnya, Polres Tasikmalaya Kota sudah menetapkan tersangka mantan Ketua KONI Kota Tasikmalaya berinisial ES. Dia diduga melakukan penyalahgunaan dana hibah tahun anggaran 2018 senilai Rp 1,1 miliar.

ES sudah ditahan oleh kepolisian sejak 26 Oktober 2020 silam. Pria tersebut dijerat pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001, perubahan atas perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Terpisah Humas KONI Kota Tasikmalaya, Harniawan Obech mengaku tidak ada pemberitahuan resmi soal adanya penambahan tersangka. Meskipun diakuinya bahwa selentingan informasi memang ada. “Kalau dengar informasinya sih memang begitu,” tuturnya.

Akan tetapi, hal itu tidak berpengaruh besar terhadap program KONI. Saat ini tidak ada hal yang begitu mendesak. “Kalau tidak salah, yang satu itu pengurus lama, bukan pengurus sekarang,” pungkasnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.