Kasus Miras Oplosan Tewaskan 3 Pelajar & 5 Pemuda, KPAID Tasik Minta Polisi Usut Tuntas

195
0
DIRAWAT. Salah seorang penenggak miras oplosan dirawat di RS SMC, Jumat (24/1) siang. istimewa
DIRAWAT. Salah seorang penenggak miras oplosan dirawat di RS SMC, Jumat (24/1) siang. istimewa

KABUPATEN TASIK – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus minuman keras (Miras) oplosan maut yang menewaskan 8 pemuda.

Apalagi dari jumlah korban tewas itu diketahui tiga orang diantaranya adalah anak-anak atau warga yang masih berusia di bawah umur dan masih duduk di bangku SMK.

“Polisi harus bisa mengusut tuntas sampai ke akarnya,” tegasnya kepada wartawan, Senin (27/1) siang.

Baca juga : Kakak Tiri yang Cabuli Balita 16 Bulan Akui Perbuatannya, Terancam Dipenjara 15 Tahun

Sesuai hasil investigasi pihaknya di lapangan dan keterangan RSUD SMC Kabupaten Tasik, terang Ato, tiga korban tewas anak-anak itu berstatus pelajar.

Mereka adalah Y (17) warga Kampung Ceumceum, Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari, R (17) warga Kampung Nangorak Jambi, Desa Jayamukti, Kecamatan Leuwisari, dan E (17) warga Kampung Jagawaras, Desa Selawangi, Kecamatan Sariwangi.

Baca juga : RSUD Kota Tasik Siapkan Ruang Khusus Penderita Suspect Corona

“Satu lagi korban miras oplosan masih anak-anak. Sekarang masih dirawat di RSUD SMC Tasik, yakni A (16), statusnya putus sekolah warga Kampung Gurawilan Desa Cigadog Kecamatan Leuwisari. Jadi korban anak-anak kasus ini 3 korban tewas dan 1 Dirawat di rumah sakit,” beber Ato.

Selain itu, KPAID Tasikmalaya pun akan melakukan pendampingan kepada anak-anak korban minuman keras oplosan di wilayahnya.

Berdasarkan hasil investigasinya di lapangan, terdapat 8 orang yang meninggal dunia dan 8 orang masih dirawat di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (SMC), yang diduga akibat menenggak miras oplosan.

Baca juga : Tasik Siaga Corona, Waspadai Demam dan Sesak Napas Hindari Interaksi dengan Binatang

“Tujuannya, agar ke depan tak mengulangi perbuatan yang sama,” tegasnya.

KPAID pun akan meningkatkan sosialisasi ke masyarakat terkait bahaya miras oplosan, khususnya kepada anak di bawah umur.

Masyarakat pun harus lebih meningkatkan perhatian di lingkungannya agar tidak terjadi pesta miras.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.