Kasus Money Politik Disidangkan di PN Pangandaran

69
0
SIDANG. Suasana sidang perkara dugaan money politic Pilkada Pangandaran di Pengadilan Negeri Ciamis, kemarin.
SIDANG. Suasana sidang perkara dugaan money politic Pilkada Pangandaran di Pengadilan Negeri Ciamis, kemarin.
Loading...

CIAMIS – Sidang perkara dugaan money politic atau politik uang di Pilkada Pangandaran, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Ciamis.

Perkara dugaan money politic ini menyeret tiga orang terdakwa yakni Yanto, Nina dan Tohidin warga Desa Paledah Kecamatan Padaherang. Ketiganya diketahui menjadi relawan pasangan nomor urut 2 H Adang Hadari dan Supratman (Aman) pada Pilkada kemarin.

Sidang perdana ini menghadirkan 12 orang saksi, termasuk diantaranya calon Bupati H Adang Hadari. Dalam surat dakwaan jaksa penuntun umum tertulis bahwa dugaan money politic ini terjadi pada tanggal 4 Desember 2020, atau tepatnya Jumat malam. Lokasinya di Paledah Padaherang.

Dugaan money politic itu terjadi dalam acara silaturahmi relawan dan kampanye yang dihadiri oleh calon bupati Adang Hadari. Dalam acara itu hadir setidaknya ada 70 orang.

Salah seorang terdakwa Tohidin menerima amplop dari seseorang pria yang mengajaknya masuk ke dalam mobil berwarna putih. Saat itu pria tersebut langsung menyerahkan amplop berjumlah 70 buah yang berisi uang sebesar Rp 52 ribu.

loading...

Sebelum dibagikan amplop tersebut sempat ditunjukkan dulu ke terdakwa Yanto dan salah satu saksi bernama Nandang. Yanto kemudian menyuruh Tohidin membagikan amplop tersebut kepada warga yang hadir dalam acara itu. Selain itu Yanto juga meminta kepada terdakwa Nina untuk membagikan amplop tersebut kepada warga lainnya.

Baca juga : Sengketa Pilkada Pangandaran, Gugatan AMAN Terdaftar di MK

Adang Hadari yang menjadi saksi dalam sidang tersebut mengaku tidak tahu menahu soal pembagian amplop tersebut. Selain itu, menurut Adang, acara tersebut juga bukan kampanye melainkan silaturahmi.

“Itu acara silaturahmi relawan, saya tidak berkampanye atau menyampaikan visi dan misi (dalam acara tersebut, Red). Hanya memperkenalkan diri dan mengucapkan terima kasih, kemudian meminta doa restu,” katanya dalam persidangan.

Adang juga mengatakan bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal mobil putih yang kemudian orang di dalamnya memberikan sejumlah amplop kepada Tohidin.

Hakim Anggota Indra Muharam yang juga Humas Pengadilan Negeri Ciamis mengatakan bahwa putusan perkara dugaan money politic tersebut dijadwalkan akan digelar pada 25 Januari mendatang. “Saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk hari ini menghadirkan Adang Hadari sebagai saksi,” ucapnya.

Sidang tersebut dipimpin oleh hakim ketua Tri Wahyudi dan dua hakim anggota Lanora Siregar dan Indra Muharam. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.