Kasus Narkoba di Kota Tasik Tinggi, Ini Kata Kapolresta..

90
0
radartasikmalaya.com
Kapolresta Tasik, AKBP Doni Hermawan menjawab pertanyaan wartawan. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Tingginya perkara narkoba di Kota Tasik, hingga mendominasi seluruh kasus yang ada sejak Januari hingga Oktober 2020, membuat Polresta Tasikmalaya menyiapkan langkah khusus untuk menekan kasus tersebut.

Kapolresta Tasik, AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya memiliki langkah khusus dalam penanganan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini.

Bahkan, saat ini pihaknya terus melakukan upaya penguatan dari sisi pengembangan dan peyelidikan kasus narkoba melalui Satnarkoba.

“Tentunya begini, kami juga melakukan upaya-upaya penguatan dari rekan-rekan khususnya di Satnarkoba,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Kamis (05/11) pagi.

“Kita upayakan dari sisi pendidikan pengembangan kasus-kasus yang ada. Sehingga memang kalau untuk kasus narkoba itu harus proaktif,” sambungnya.

Sebab, terang Doni, dalam hal penanganan kasus narkoba ini pihaknya tidak bisa hanya menunggu laporan dan tidak bisa menunggu informasi yang datang.

“Tapi memang harus dikembangkan. Harus berupaya melakukan penyelidikan-penyelidikan. Baik dari yang memang pelaku jaringan ataupun yang memang pengguna aktif,” terangnya.

Sehingga, tambah dia, memang perlu dilakukan upaya penguatan-penguatan dari para anggotanya, khususnya dari Satnarkoba yang ada.

Walaupun demikian, langkah strategis tersebut mulai berbuah hasil. Sebab, selama sebulan di Oktober saja, Satnarkoba berhasil meringku 9 pelaku (8 pengedar dan 1 pengguna) narkoba.

Diberitakan sebelumnya, perkara penyalahgunaan narkoba cukup tinggi di Kota Tasik. Kejari Kota Tasik mencatat hingga kini sebanyak 70 persen perkara didominasi kasus narkoba.

Hal itu dikatakan Kepala Kejari (Kajari) Kota Tasik, Fajaruddin kepada radartasikmalaya.com usai memusnahkan barang bukti perkara narkoba seperti ganja, sabu, tembakau gorila, ekstasi dan lain sebagainya, Selasa (27/10) lalu.

“Sebanyak 70 persen perkara di Kota Tasik ini berkaitan dengan narkoba. Peningkatan perkara narkotiba ini agak kontradiktif dengan status Tasik sebagai
Kota Santri,” katanya.

Dengan banyaknya perkara narkoba ini, terang dia, maka akan menjadi penilaian buruk masyarakat terhadap Kota Tasik. Dia pun meminta kasus narkoba ini harus jadi perhatian semua pihak.

“Jadi agar lebih meningkatkan sosialisasi, sehingga perkara narkoba menurun. Perkara narkoba ini banyak melibatkan orang di level bawah. Belum ada satupun bandarnya yang bisa kita pidanakan. Saya berharap ke depan ini menjadi fokus kita,” terangnya.

“Sepanjang kita belum dapat bandar utamanya, susah kita berantas narkoba. Peran masyarakat dalam hal ini kita butuhkan untuk pemberantasan narkoba. Jadi kita bisa bersama bersinergi dalam memberantas narkoba,” sambungnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.