Kasus Pasien Aktif Covid-19 di Kota Tasik Naik Lagi

131
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

CIPEDES – Pasien aktif Covid-19 di Kota Tasikmalaya kini terlihat mulai meningkat lagi. Sementara RS darurat yang dipersiapkan Dinas Kesehatan belum juga beroperasi.

Beberapa pekan terakhir pasien aktif di Kota Tasikmalaya sudah cukup terkendali dengan jumlah di bawah 500 orang. Tetapi seminggu terakhir penambahan pasien baru tampaknya lebih tinggi dibanding tingkat kesembuhan.

Sejak Minggu 31 Januari jumlah pasien aktif sudah mencapai 534 orang. Hingga Minggu pagi (7/2/2021) tercatat ada 590 dan harus menjalani isolasi baik secara mandiri atau pun terpusat di fasilitas kesehatan.

Jumlah itu merupakan bagian dari total 3.406 kasus positif di Kota Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut sudah 2.614 pasien yang sembuh dan 66 meninggal dunia.

Kabid Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Asep Hendra menyebutkan penambahan pasien masih didominasi hasil penelusuran kontak erat.

loading...

“Karena tracing masih kami lakukan kepada warga yang melakukan kontak erat dengan pasien yang sudah diketahui positif,” ujarnya kepada Radar, Minggu (7/2/2021).

Baca juga : 4 Pegawai Puskesmas Langensari Kota Banjar Positif Covid-19

Meskipun kapasitas isolasi jauh dibandingkan jumlah pasien aktif, namun hal itu bukan menjadi kendala. Pasalnya dari penambahan yang terjadi kebanyakan pasien tanpa gejala. “Banyaknya pasien asimptomatik, jadi bisa isolasi mandiri selama kondisi rumahnya memungkinkan,” terangnya.

Untuk pasien yang memang bergejala, semuanya sudah tertangani di isolasi RSUD dan rumah sakit swasta. Hotel Crown pun saat ini masih mampu menampung ketika ada tambahan pasien tanpa gejala. “Crown masih mumpuni untuk ditempati,” ujarnya.

Terlepas dari keterbatasan isolasi yang dimpiliki pe­me­rintah, dr Asep tetap menekankan upaya pen­cegahan yang di mulai dari kesadaran mas­yarakat. Karena tingkat penularan serta pe­nambahan pasien baru bergantung pada ke­disiplinan warga.

“Kalau warga sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik, penambahan pasien pun bisa lebih diminimalisir,” pungkasnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.