Kasus Pemerkosaan Ronaldo Masuk Babak Baru

25

KASUS pemerkosaan yang diduga dilakukan bintang Juventus, Cristiano Ronaldo terhadap seorang wanita asal Amerika Serikat (AS), Kathryn Mayorga di sebuah hotel di Las Vegas sembilan tahun silam memasuki babak baru.

Ya, kabarnya permasalahan itu kini menyeret mantan klub Ronaldo yakni Real Madrid. Klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu kabarnya terlibat perihal tuduhan kasus pemerkosaan yang dialamatkan kepada Ronaldo.

Kejadian bermula saat wanita berusia 34 tahun itu menuding Ronaldo telah memperkosanya di salah satu hotel di Las Vegas, Amerika Serikat pada 2009 lalu.

Dugaan pemerkosaan semakin mencuat setelah wanita penduduk asli Las Vegas, Amerika Serikat tersebut memberikan  pengakuan pada surat kabar Jerman, Der Spiegel.

Kepada Der Spiegel, Kathryn mengaku bahwa telah diperkosa oleh Ronaldo secara anal. “Pada saat ini, ia sambil berlutut. Ia katakan hal 99 persen. Dia orang baik, kecuali satu persen sisanya,” cerita Kathryn.

Bahkan dikabarkan, Ronaldo membayar 287.000 poundsterling atau sekitar Rp 5,5 miliar kepada Kathryn agar tutup mulut dan tak menceritakan pemerkosaan tersebut kepada publik.

“Kathryn diserang secara seksual pada Juni 2009 oleh seorang individu bernama Cristiano Ronaldo,” tutur pengacara Kathryn, Leslie Mark Stovall yang mengatakan dalam sebuah video diterbitkan secara online oleh Der Spiegel.

Di tengah kacaunya kasus yang melibatkan tiga pihak ini (Ronaldo, Kathryn dan Der Spiegel), justru salah satu koran Portugal Correio da Manha turut memperkeruh suasana dengan menyebutkan bahwa Real Madrid terlibat dalam perihal kasus pemerkosaan yang dilakukan Ronaldo.

Seperti dikutip Mirror, Madrid dituduhkan mendorong Ronaldo untuk menyelesaikan masalahnya dengan Kathryn di luar pengadilan dengan cara menyuap.

Correio da Manha menyebut Real Madrid menyarankan hal itu karena merasa prihatin dan takut merusak citra Ronaldo yang baru direkrutnya dari Manchester United saat itu.

Namun, Ronaldo disebut akan menjadikannya sebagai pembelaan dengan alasan membuat perjanjian itu atas tekanan Madrid.
Tudingan ini jelas membuat pihak Los Blancos geram.

Klub raksasa Spanyol itu bakal menempuh jalur hukum guna menuntut surat kabar Correio da Manha atas dasar pencemaran nama baik.

“Real Madrid CF mengumumkan bahwa klub akan mengambil jalur hukum pada surat kabar Portugal Correio da Manha lantaran telah mempublikasikan informasi yang bertujuan untuk merusak citra klub ini,” tulis Real Madrid dalam pernyataannya.

Dalam pernyataan itu, pihak Madrid mengaku tidak tahu atas tudingan yang dilakukan oleh Correio da Manha.

“Real Madrid sama sekali tidak mengetahui informasi apa pun yang diterbitkan surat kabar tersebut terkait Cristiano Ronaldo dan oleh sebab itulah klub tak bisa mengambil tindakan atas masalah yang tidak diketahui,”

Oleh karena itu, Madrid juga meminta perbaikan atas pemberitaan yang telah dipblukasikan oleh Correio da Manha tersebut.

“Real Madrid telah menuntut perbaikan situasi secara menyeluruh dari surat kabar yang telah disebutkan sebelumnya,” tutup pernyataan itu.

Kasus ini juga beberapa pekan lalu sudah dibantah oleh sang pemain. Menurut mantan pemain Manchester United itu, wanita dan media asal Jerman itu ingin berusaha mencari popularitas dengan mencatut namanya yang merupakan salah satu pesepak bola terbaik di dunia.

“Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, apa yang mereka katakan hari ini adalah kabar palsu. Mereka ingin mempromosikan diri menggunakan nama saya, itu normal,” ungkap CR7 seperti dikutip dari Four Four Two.

“Mereka ingin terkenal dengan menyebut nama saya, ya namun ini adalah bagian dari pekerjaan,” tambahnya.

Kasus dugaan pemerkosaan yang dituduhkan kepada Ronaldo bukan terjadi kali ini saja. Pada Oktober 2005, Ronaldo yang masih menjadi pemain Manchester United juga sempat diperiksa polisi karena kasus pemerkosaan.

Dua wanita mengaku diperkosa Ronaldo dan seorang pria lain di Sanderson Hotel, London. (fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.