Kejaksaan Selidiki Korupsi di Program Pokir DPRD Garut, 100 Orang Diperiksa

125
0
RAMAH. Kajari Garut Azwar SH, MH ditemui di kantornya kemarin. Dia menyebut dugaan kasus korupsi tetap dilanjut. yana taryana / rakyat garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut akan segera melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi di DPRD Kabupaten Garut periode 2014-2019. Hal tersebut dikatakan Kepala Kejari Garut Azwar SH, MH.

“Kami sudah enam bulan melakukan penyelidikan. Maka tahun ini kita akan masuk dalam tahap penyidikan di bidang pidana khusus (pidsus),” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (7/1).

Menurut dia, terdapat indikasi kuat dugaan tindak pidana korupsi pada kasus tersebut saat diselidiki bidang Intelijen Kejari Garut. “Sudah rampung penyelidikannya dan kini akan dilakukan penyidikan oleh pidsus. Intinya hasil penyelidikan memenuhi syarat untuk ditangani pidsus,” katanya.

Indikasi kuat korupsi, kata dia, terkait dalam kegiatan pokok pikiran (pokir). Dalam kurun waktu empat bulan saat ditangani pidsus, akan ditentukan tersangka dan modus yang dilakukan.

“Tentu saat tahap penyidikan akan ada tersangka. Sekarang belum ditentukan. Nanti pidsus akan dipertegas siapa saja yang terlibat. Akan lebih terang saat di pidsus,” ucapnya.

Mengenai kerugian negara, pihaknya juga belum bisa membuka. Semuanya akan diketahui dari hasil penyidikan. “Pola-polanya nanti akan dibuka di pidsus untuk mengetahui modusnya. Potensi kerugian juga nanti di pidsus,” ujarnya.

Azwar menambahkan dugaan korupsi itu dari tahun anggaran 2017 dan 2018. Selama penyelidikan, pihaknya memeriksa 100 orang lebih. Berasal dari 50 anggota DPRD periode 2014-2019 dan sisanya dari staf DPRD.

Loading...

“Dalam pokir itu ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai. Bukan dana pokir yang kami periksa, karena tidak ada nomenklaturnya. Tapi di sela kegiatan itu,” ujarnya.

Menurut dia, pokir hanya berbeda istilah dengan penyerapan aspirasi. Namun pada pelaksanaannya tetap sama. Anggota DPRD mendatangi konstituennya dan menerima aspirasi.

“Lebih jelasnya, lebih terangnya nanti setelah disidik oleh pidsus. Yang jelas, kasusnya tidak dihentikan. Tetap dilanjut sampai ada penetapan tersangka,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.