Kasus Positif Corona Bertambah, Belajar Tatap Muka di Kota Banjar Terus Berjalan

321
0
Istimewa. PULANG SEKOLAH. Murid SD saat melintas di Perempatan Lampu Merah Pasar Langensari. Mereka pulang usai pembelajaran tatap muka di sekolahnya.
Istimewa. PULANG SEKOLAH. Murid SD saat melintas di Perempatan Lampu Merah Pasar Langensari. Mereka pulang usai pembelajaran tatap muka di sekolahnya.
Loading...

BANJAR – Meski kasus positif Covid-19 di Kota Banjar terus meningkat, proses pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi masih berjalan di zona tertentu. Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar H Dudu Nurzaman SPd MPd.

Dia mengatakan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri Jilid II tentang Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, pelaksanaan PTM tidak hanya boleh dilakukan di zona hijau, tapi bisa juga di zona kuning dan biru.

“Wilayah zona merah yang tidak boleh melangsungkan PTM (pembelajaran tatap muka, Red) di masa pandemi Covid-19,” ujar dia kepada wartawan, Senin (30/11).

Baca juga : Kasus Covid-19 di Kota Banjar Terus Bertambah, 71 Warga Positip

Berdasarkan peta sebaran kasus Covid-19 di Kota Banjar, wilayah yang masuk zona hijau, kata dia, yaitu Desa Cibeureum Kecamatan Banjar, Sukamukti Kecamatan Pataruman dan Kelurahan Bojongkantong Kecamatan Langensari.

Loading...

Adapun wilayah yang masuk zona biru, yakni Desa Binangun, Kelurahan Hegarsari dan Desa Mulyasari di Kecamatan Pataruman.

Sedangkan zona kuning, diantaranya Desa Jajawar, Balokang dan Kelurahan Situbatu Kecamatan Banjar. “Sedangkan Kecamatan Langensari hanya ada dua yang masuk wilayah zona kuning, yakni Desa Langensari dan Kelurahan Muktisari,” kata dia menjelaskan.

Meski demikian, kata Dudu, pihak sekolah dan peserta didik harus lebih ketat menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Itu agar terhindar dari penularan virus corona.
Selain itu, proses pembelajaran cukup empat jam pelajaran saja.

Setelah itu, anak didik pulang ke rumah masing-masing dan membatasi interaksi dengan mereka yang berisiko terpapar Covid-19 karena bisa saja menularkan ke mereka yang sehat.

“Di sini pentingnya peran orang tua menjaga anak-anaknya, ketika mereka sudah pulang dari sekolah harus langsung pulang dan tidak membiarkan bermain sembarangan. Jangan sampai tertular wabah Covid-19,” kata Dudu berpesan. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.