Kasus Positif Corona di Garut Terus Bertambah, Ruang Perawatan Masih Cukup

158
0

TAROGONG KIDUL – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menilai ketersediaan ruangan untuk pasien Covid-19 di Kabupaten Garut masih mencukupi, meski dalam beberapa hari terakhir terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif.

“Dari 63 tempat tidur khusus pasien Covid-19, saat ini hanya belasan kasur yang digunakan, jadi masih cukup meski pasien Covid-19 terus bertambah,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Garut Leli Yuliani kepada wartawan Kamis (13/8).

Baca juga : Pengedar Sabu di Wilayah Kota Garut Diringkus Polisi

Leli menerangkan selama ini penanganan pasien Covid-19 difokuskan di RSUD dr Slamet. Ia menyebut selama pandemi Covid-19 terjadi ketersediaan ruangan di RSUD itu selalu mencukupi.

“Karena pasien juga tidak terus di sana. Ada juga yang sembuh,” katanya.

Ia menambahkan lama rentang perawatan pasien di RSUD Garut juga semakin cepat. Hal itu dikarenakan saat ini di RSUD dr Slamet telah tersedia alat pemeriksaan sampel usap (swab) pasien Covid-19.

Dengan begitu, tak perlu menunggu waktu lama untuk memastikan pasien dapat keluar dari rumah sakit.

Leli menyebut saat ini rata-rata pasien Covid-19 di RSUD dr Slamet hanya menjalani isolasi selama sepekan. Ketika sudah dipastikan negatif Covid-19, pasien telah diperbolehkan kembali ke rumahnya untuk melakukan karantina mandiri.

“Kalau sebelumnya kan suka lama karena menunggu hasilnya swab dari Bandung. Jadi perawatan pasien Covid-19 di rumah skait juga menjadi semakin lama,” terangnya.

Meski begitu, kata dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah memiliki rencana cadangan jika terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19. Menurut dia, sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas yang memiliki layanan rawat inap telah diminta menyediakan ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

Ia menyebut saat ini ada 32 puskesmas di Kabupaten Garut yang memiliki layanan rawat inap dan bisa dimaksimalkan untuk perawatan pasien Covid-19 jika dibutuhkan.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan rumah sakit darurat untuk menampung pasien Covid-19 jika terjadi lonjakan.

“Misal di Balai Diklat Keluarga Berencana akan disiapkan sebagai tempat isolasi, ada di rumah sakit swasta juga. Artinya sudah ada skema cadangan tapi jangan sampai ada gelombang lagi,” katanya.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, sejak Agustus 2020 terjadi penambahan 17 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Menurut Leli, peningkatan kasus itu disebabkan pemeriksaan yang dilakukan lebih banyak.

Baca juga : KWG Garut Mulai Bangkit usai Pandemi Covid-19

“Jadi yang terinfeksi bermunculan. Kalau dulu kan swab masih jarang,” terangnya.

Saat ini, secara akumulatif tercatat 54 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut. Dari total kasus itu, 13 orang masih menjalani isolasi di rumah sakit, satu orang isolasi mandiri, 37 orang sembuh dan tiga orang meninggal dunia. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.