Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Kota Tasik Bakal Terapkan PSBB Lagi

3132
1

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mewacanakan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Wacana itu terlontar lantaran kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dengan beberapa pihak terkait untuk kembali menerapkan PSBB.

Nantinya, hasil rapat itu akan direkomendasikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya.

“Konsekuensinya seperti kemarin, akan ada pembatasan. Namun kita baru rekomendasi, kebijakan ada di tangan pimpinan daerah,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Jumat (11/09) sore.

Saat ini, terang dia, Kota Tasik berstatus zona oranye (risiko sedang) dalam penyebarab Covid-19.

Dalam sehari terakhir, terdapat enam penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman belum mau bersikap mengenai wacana untuk kembali PSBB.

Namun, kata dia, tak menutup kemungkinan untuk kembali menerapkan PSBB.

“Kemungkinan selalu ada. Karena nasional juga terus meningkat. Tidak menutup kemungkinan untuk PSBB,” tuturnya.

Kendati demikian, dia tak berharap PSBB kembali dilakukan. Sebab, penerapan PSBB itu dianggap berat lantaran akan membatasi seluruh kegiatan masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, agama, budaya, dan lainnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat jangan hanya mengandalkan Gugus Tugas Covid-19. Masyarakat juga mesti menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal.

“Kita tak mau kembali ke zona merah. Kunci semua adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kita ikhtiar, tapi juga harus dibarengi dengan berdo’a. Mudah-mudhan kita diberikan kesehatan,” harapnya.

(rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Saya setuju dilaksanakan lagi PSBB tapi jangan seperti yang sudah-sudah hanya di batasi untuk kendaraan saja karena penutupan jalan sedangkan orangnya bebas masuk seperti ke pusat perbelanjaan di kawasan HZ. Jadi kesannya itu penyebarannya dari kendaraannya bukan dari orangnya. Kan jadi lucu banget

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.