Kasus Positif Covid-19 & Pasien Sembuh di Garut Meningkat

57
0
Yeni Yunita Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut
Loading...

GARUT KOTA – Meski angka kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan, tetapi angka kesembuhan juga mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut sampai Sabtu (21/11), angka pasien positif Covid-19 yang sembuh mencapai 942 orang.

“Untuk hari Sabtu saja ada 47 orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh,” ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita kepada wartawan, Minggu (22/11).

Menurut dia, sampai saat ini, jumlah kasus positif di Kabupaten Garut mencapai 1.465 kasus. Dari jumlah tersebut 1 kasus isolasi mandiri, 492 kasus dalam perawatan dan isolasi di rumah sakit, 942 kasus sembuh dan 30 kasus meninggal.

Baca juga : Kades di Cikelet Garut Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Bawah Umur

Loading...

Dari total kasus positif ini, kata dia, sekitar seperempatnya dari kalangan anak-anak, atau ratusan anak berusia 14 tahun ke bawah terkonfirmasi tertular Covid-19. Termasuk di antaranya sebanyak 39 anak di bawah usia lima tahun (balita).

“Anak-anak yang tertular ini, selain dari klaster keluarga, juga banyak anak-anak tertular Covid-19 itu berasal dari klaster pesantren,” terangnya.

Dari banyaknya kasus anak-anak yang terkonfirmasi positif Covif-19, sebagian besar anak-anak ini sudah sembuh dan diperbolehkan pulang dari tempat isolasi dan perawatan di rumah sakit.

“Saat ini yang masih isolasi di rumah sakit juga masih ada. Tetapi kebanyakan sudah sembuh,” terangnya.

Yeni menerangkan, untuk kasus anak di bawah umur dan balita ini tidak ada yang meninggal dunia. Dari 30 pasien positif yang meninggal di Kabupaten Garut itu berasal dari kalangan usia produktif, mulai usia 20 tahun hingga 75 tahun.

“Untuk anak-anak tidak ada yang meninggal. Sebagian besar semuanya bisa sembuh kembali, karena semuanya itu tanpa gejala,” katanya.

Menurut Yeni, adanya balita anak-anak yang tertular ini dari penularan di keluarga atau klaster keluarga.
Dengan meningkatnya penularan di klaster keluarga ini, upaya pencegahan menjadi sangat penting, dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri.

Upaya pencegahan penularan Covid-19 di klaster keluarga ini bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres.

“Kami minta seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan keluarganya,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.